Membangun Kembali Semangat Siswa Dalam Pembelajaran Pasca Covid-19

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Manajemen Pendidikan.
Konten dari Pengguna
25 November 2022 21:00
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari selvi sahara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
ADVERTISEMENT
Pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020 membuat pembelajaran tatap muka menjadi tidak mungkin dilakukan. Pembelajaran beralih melalui platform digital pendidikan sekolah, kajian agama dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya.
ADVERTISEMENT
Pada masa pandemi Covid-19, pembelajaran daring tidak lepas dari berbagai tantangan. Pada kenyataannya tidak semua anak memiliki handphone atau laptop dan didukung dengan akses internet yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring.
Kemudian kegiatan e-learning sekolah juga menghadapi kerentanan anak terhadap masalah kesehatan mental. Komunikasi antara anak dengan teman-temannya di internet tidak dapat menghilangkan rasa kesepiannya. Dengan akses internet yang terbatas, anak-anak pun kehilangan kesempatan untuk bermain bersama teman-temannya.
Masyarakat mulai berharap agar pengajaran tatap muka segera diselenggarakan baik di sekolah maupun dalam kegiatan ilmiah lainnya. Pada 13 Juli 2021, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencanangkan dukungan orang tua untuk mempercepat vaksinasi siswa agar pembelajaran tatap muka dapat segera dilakukan.
ADVERTISEMENT
Peneliti juga berharap agar pembelajaran di pesantren dan acara tatap muka dapat segera dilaksanakan seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan vaksinasi di masyarakat.
Pandemi Covid-19 perlahan bisa dikelola dengan baik. Trend kasus positif mulai menghilang. Keberhasilan ini memberikan dampak yang besar dan masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih leluasa. Termasuk dunia pendidikan yaitu kegiatan belajar mengajar.
Menurunnya kasus Covid-19 mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka. 50 persen pembelajaran berlangsung di kelas tatap muka dan 50 persen daring. Dengan program Google Classroom. Kebijakan tersebut tetap menimbulkan dampak bagi pembelajaran.
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
Banyak siswa mengeluh bahwa mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran mereka dengan baik, dalam kondisi yang sulit dan seringkali tanpa bimbingan atau dukungan yang jelas dari guru dan orang tua. Karena kurangnya waktu untuk memahami materi yang diberikan oleh guru, belum lagi siswa mengalami gangguan sinyal saat belajar daring, tugas guru tidak dapat dilakukan dengan baik. Hal ini mengurangi motivasi untuk belajar.
ADVERTISEMENT
Efek ini tercermin dari penurunan tajam rata-rata motivasi belajar siswa di Indonesia, sehingga mereka lupa motivasi belajar seperti sebelum pandemi dan prestasi belajar menjadi kurang optimal.
Sistem pembelajaran daring menimbulkan berbagai permasalahan di kalangan siswa terutama motivasi belajar yang menurun akibat berbagai keterbatasan teknologi dan gaya belajar akibat kurangnya kontak tatap muka antara guru dan siswa.
Motivasi belajar dalam proses pembelajaran merupakan hal yang penting. Dalam Kegiatan pembelajaran, motivasi dapat digambarkan sebagai daya penggerak dalam diri siswa yang menghasilkan belajar secara utuh, yang menjamin kelangsungan belajar dan mengarahkan belajar sedemikian rupa sehingga subjek memutuskan untuk mencapai tujuannya.
Siswa harus berusaha untuk pembelajaran yang maksimal dan hambatan sebanyak mungkin dapat diminimalkan. Sebagian besar siswa belum mengetahui cara mengatur waktu dengan baik dan efektif dan efisien, bahkan sebagian dari mereka merasa tidak memiliki waktu untuk belajar. Permasalahannya bukan karena terlalu banyaknya kegiatan yang menyita waktu, tetapi juga penggunaan waktu yang masih kurang maksimal.
ADVERTISEMENT
Orang tua dan guru harus terlibat dalam konseling siswa agar mereka dapat mengatasi kondisi pasca pandemi. Hal ini memang cukup sulit karena keterbatasan komunikasi antara guru dan orang tua, namun jika kegiatan ini berjalan dengan baik maka motivasi belajar siswa akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen Pribadi : Pembelajaran Tatap muka Pasca Pandemi Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
Proses pembelajaran secara tatap muka baik di sekolah maupun kegiatan pascapandemi lainnya, sangat penting untuk melatih keterampilan sosial anak yang tidak terbina selama pandemi.
Pembelajaran tatap muka pascapandemi juga meningkatkan kesempatan bagi mahasiswa baru yang belum pernah bertemu untuk membangun sosialisasi, memungkinkan interaksi sosial yang akrab di antara mereka.
Keterampilan bersosialisasi kembali menjadi penting karena anak-anak dan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu langsung merasa canggung satu sama lain. Selama proses pembelajaran secara tatap muka, guru perlu berperan lebih aktif agar penerapan model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan di kelas dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa.
ADVERTISEMENT
Salah satunya adalah dengan memodifikasi model pembelajaran tradisional agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.
Jika melihat gaya belajar mereka, para pelajar masa kini sangat sulit untuk melepaskan diri dari kemajuan teknologi yang menawarkan berbagai platform dan aplikasi yang menyenangkan.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya guru harus mampu berakselerasi dengan zaman, maka integrasi media teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar di kelas sudah menjadi kebutuhan untuk menciptakan kondisi belajar yang nyaman.
Ada banyak cara dan model yang bisa dilakukan dalam menerapkan model model pembelajaran, hal ini tergantung dari kreatifitas masing masing guru. Guru harus tahu bagaimana memilih metode pembelajaran yang tepat untuk mengajar.
ADVERTISEMENT
Jika guru mengetahui cara memilih metode pembelajaran yang tepat, maka tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa di masa pandemi Covid-19, pembelajaran daring tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari banyaknya siswa yang tidak memiliki handphone dan memiliki akses internet yang memadai, kurangnya komunikasi dan kehidupan sosial dengan teman-temannya.
Hal itu membuat siswa kehilangan motivasi untuk lebih giat belajar lagi. Oleh karena itu, guru perlu berperan lebih aktif dalam meningkatkan motivasi siswa, salah satunya guru mengetahui cara memilih metode pembelajaran yang tepat dan membuat model pembelajaran yang inovatif dan memodifikasi model pembelajaran tradisional agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·