Pencarian populer

Generasi Milenial Lebih Pentingkan Pengalaman daripada Belanja

Ilustrasi Traveling (Foto: Thinkstock)

CEO AirAsia Group Tony Fernandes menyoroti fenomena generasi milenial di seluruh dunia. Menurutnya generasi ini lebih memprioritaskan pengalaman daripada belanja. Pengalaman itu bisa berasal dari perjalanan yang mereka lakukan.

"Mereka lebih mementingkan pengalaman daripada berbelanja," kata Tony dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Crowne Plaza, Singapura, Kamis (16/11).

Tony menyebut generasi millenial selalu ingin "mendapatkan pengalaman yang lebih dan lebih lagi".

Karakter generasi milenial yang cenderung lebih ingin merasakan pengalaman seperti berpergian ketimbang berbelanja itu adalah peluang tersendiri bagi industri maskapai penerbangan untuk meningkatkan pelayanannya.

Selain berkarakter lebih mementingkan pengalaman, generasi milenial sangatlah terbiasa melakukan segala aktivitas melalui ponsel pintar.

Tony Fernandes, CEO AirAsia Group (Foto: Utomo Priyambodo/kumparan)

Melihat dua karakter generasi millenial tersebut dan berkaca pada industri-industri yang saat ini sedang berkembang pesat seperti Uber dan Amazon, AirAsia kemudian mulai menapaki langkahnya untuk menjadi maskapai penerbangan digital.

Di Changi Airport, Singapura, kini para penumpang AirAsia sudah bisa melakukan check-in, pencetakan boarding pass, bag-drop, pengecekan imigrasi, hingga pengecekan boarding pass secara mandiri melalui layanan yang disediakan AirAsia dan bandara tersebut.

Selain layanan yang memudahkan selama di bandara, AirAsia juga telah menyediakan wifi gratis di dalam pesawat-pesawat mereka. Melalui aplikasi mobile, para penumpang AirAsia dapat memesan makanan hingga hot seats sebelum dan selama di atas pesawat.

Dengan adanya layanan-layanan baru ini, Tony berharap para penumpang AirAsia bisa mendapatkan pengalaman yang lebih saat berada di bandara maupun di atas pesawat. Ia berharap para penumpang bisa bergerak lebih mudah dan lebih cepat saat menggunakan jasa AirAsia.

Maskapai penerbangan bertarif rendah yang pernah sembilan kali dinobatkan oleh Skytrax sebagai “Maskapai Penerbangan Berbiaya Hemat Terbaik Dunia” pada tahun 2009-2017 itu berharap, layanan secara digital yang mereka terapkan itu dapat mengurangi biaya operasional mereka sekaligus memberi pengalaman dan waktu luang yang lebih untuk para penumpang dalam melakukan perjalanan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57