• 2

Gigit Tangan Penculik, Anak SD di Tanjung Duren Lolos dari Penculikan

Gigit Tangan Penculik, Anak SD di Tanjung Duren Lolos dari Penculikan


Ilustrasi Penculikan

Ilustrasi penculikan (Foto: Getty Images)
PT, siswi kelas IV SDN 01 Pagi Tanjung Duren, Jakarta Barat, hampir diculik dua orang tak dikenal di depan sekolahnya, Senin (11/9) lalu. Kala itu PT bersama dengan dua temannya baru pulang sekolah dan hendak pergi ke tempat les.
Kepala Sekolah SDN 01 Pagi Tanjung Duren, Mulyadi, mengatakan kasus ini sudah ditangani Polsek Tanjung Duren.
"Hari ini anak-anak diperiksa, dimintai keterangannya sama polisi di sekolah," kata Mulyadi saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (13/9).
Mulyadi mengatakan berdasarkan cerita dari anak muridnya, kejadian itu dialami mereka sekitar pukul 13.30 WIB. PT, S, dan SF saat itu akan berangkat pergi les yang lokasinya dekat dengan sekolah dan rumah mereka, sekitar 200 meter.
Sebelum ke tempat les, mereka mampir ke sekolah untuk jajan cilok. Usai jajan, sekitar 20 meter mereka berjalan tiba-tiba ada seorang pria yang membekap mulut PT. Namun untung PT punya ide kabur dengan menggigit tangan pria itu.
"Menurut pengakuan anaknya, tangan penculik itu langsung digigit terus dia (PT) kabur," ucap Mulyadi.
Para penculik itu beroperasi menggunakan mobil. Satu orang sebagai sopir dan satu lagi yang menangkap anak-anak.
Selain itu, PT dan teman-teman juga sempat melihat ada dua anak kecil lainnya yang dilakban di dalam mobil. Mereka bisa melihat karena pintu mobil itu terbuka.
"Mereka katanya melihat ada yang mulutnya dilakban, tangannya diikat," kata Mulyadi.
PT dan teman-temannya kabur ketakutan tanpa berani teriak. Sedangkan dua orang yang diduga penculik itu juga langsung pergi meninggalkan lokasi.
Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Pitabang yang dikonfirmasi kumparan secara terpisah membenarkan peristiwa tersebut. "Ini adalah percobaan penculikan, (penculikan) tidak terlaksana. Pelaku masih diselidiki," ungkapnya.



NewsPenculikanSD 01 Tanjung Duren ViralAnak

500

Baca Lainnya