kumparan
14 September 2017 12:51

Terduga Pemasok Obat Berbahaya di Kendari Ditangkap

Borgol
Borgol (Foto: Pixabay)
Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan satu orang terduga pelaku penyebar obat berbahaya di Kendari berhasil ditangkap. BNN saat ini masih meminta keterangan dari terduga pelaku.
ADVERTISEMENT
"Sudah ada yang tertangkap satu, statusnya masih sebagai saksi," kata Arman Depari saat ditemui di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9).
Deputi Pemberantasan BNN Arman Dapari
Deputi Pemberantasan BNN Arman Dapari (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Satu orang itu dicurigai sebagai pemasok. Tim BNN masih mengembangkan dari mana sumber barang berasal, apa motivasinya dan bagaimana modus penyebarannya.
"Bagaimana modusnya sehingga yang menjadi sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur," ucap Arman.
Arman mengungkapkan dari hasil penelusuran BNN Provinsi yang menangangi kasus ini mereka mendapatkan anak-anak sekolah tersebut mengkonsumsi sejenis pil obat yang di dalam pil itu tertulis PCC.

Anak-anak sekolah tersebut mengkonsumsi sejenis pil obat yang di dalam pil itu tertulis PCC. PCC tidak masuk jenis narkotika.

- BNN

Berdasarkan hasil penelitian laboratorium PCC ini tidak termasuk golongan narkotika. Meskipun begitu BNN masih akan menyelidiki lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
"Kandungannya ada paracetamol, cafein dan carisoprodol. Tentu ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 50 lebih warga Kendari dilarikan ke rumah sakit usai meminum obat yang mengandung zat berbahaya. Mereka semua menunjukkan gejala yang sama, yakni marah dan mengamuk seperti orang kesurupan.
Satu orang warga yang masih duduk di bangku SD meninggal di rumah sakit usai mendapat perawatan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan