BLDF Luncurkan Kudus ASIK Digital Pick Up Point Sampah Organik
·waktu baca 6 menit

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) meluncurkan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik. Acara yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (9/6) itu juga memberikan apresiasi kepada peraih Lomba Keluarga Asik (Apik dan Resik).
Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Joko Prasetyo, mengatakan Peta Digital Pick Up Point Sampah Organik diluncurkan untuk memudahkan masyarakat menjadi bagian dari Keluarga Asik. Dalam hal ini, yakni menyalurkan sampah organik. Peta Digital Pick Up Point Sampah Organik tersebut menunjukkan 575 Pick Up Point Sampah Organik.
Selain itu, pada peta digital ini terdapat berbagai menu. Selain titik Pick Up Point Sampah Organik, juga tersedia fitur jenis sampah organik yang dapat disalurkan, seperti sampah organik yang berasal dari makanan atau tumbuhan.
"Saat ini sudah ada 525 titik dan akan bertambah 50 titik lagi di tahun ini. Tentu ke depannya dalam kurun waktu setahun ke depan semoga bisa menjadi seribu titik," katanya, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, pihaknya fokus pada sampah organik karena jumlahnya yang paling banyak di Kabupaten Kudus. Pertimbangan lainnya yakni sampah organik berpotensi menimbulkan penyakit dan dapat mencemari jenis sampah lainnya apabila tidak dikelola dengan baik.
"Ketika kami bisa mengurangi sampah organik, artinya kami bisa mengurangi 90 persen sampah yang ada di Kudus. Karena saat ini lebih dari 50 persen sampah yang ada di Kabupaten Kudus merupakan sampah organik," terangnya.
Selanjutnya, untuk sampah anorganik nantinya masyarakat bisa diarahkan ke bank sampah. Dalam hal ini, masyarakat memilah sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna.
"Sisanya merupakan sampah residu yang tidak terpakai," imbuhnya.
Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, menjelaskan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik berbasis web launcher. Pertimbangannya menggunakan web launcher karena lebih simpel digunakan dibandingkan aplikasi.
"Kalau aplikasi harus download dulu. Terkadang masyarakat juga kesulitan. Kalau menggunakan web launcher yang bisa diakses di Kudus Asik dot id lebih mudah. Apalagi web launcher ini dibuat agar ramah di handphone," terangnya.
Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik ini menampilkan beragam menu. Di antaranya profil seputar Kudus Asik, sosialisasi kegiatan seputar sampah, Pick Up Point Sampah Organik, dan lainnya.
"Ke depannya akan terus kami tambah fitur informasinya," jelasnya.
Lebih lanjut, Dandy mengatakan Lomba Keluarga Asik bertujuan untuk memotivasi masyarakat. Ia mengamini hadiah yang diberikan tidak begitu banyak. Namun, hal itu diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut menangani permasalahan sampah.
"Sejauh ini cara lewat lomba inilah yang paling efektif. Terkait hadiah nominalnya tidak banyak, makanya kami sebut stimulan supaya memotivasi masyarakat," ujarnya.
Ke depannya, pihaknya juga akan melakukan evaluasi sehingga kegiatan semacam ini dapat terus memberikan kemanfaatan.
"Saat ini kan lingkup Keluarga Asik nya masih di tingkat RT dan RW. Kemungkinan ke depannya kami akan menyasar ke pesantren dan rumah makan untuk menjadi mitra Kudus Asik," imbuhnya.
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengatakan isu lingkungan menjadi tantangan bagi dunia. Berkaca dari hal itu, diperlukan peran serta semua pihak untuk mencari solusi.
Mengelola sisa makanan dari dapur menjadi langkah kecil yang bisa dilakukan. Sebuah hal yang menurut sebagian orang sepele, namun bisa berdampak bagi anak cucu.
"Kudus daerah yang aktif dan produktif. Tetapi dari rumah bisa lahir sampah dari dapur. Lewat Keluarga Asik tentu bisa bersama-sama mengurangi sampah," katanya, Selasa (9/6).
Ia berharap peluncuran Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya dalam upaya mengurangi sampah.
"Ada informasi titik yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang hendak mengurangi sampah organik. Sejauh ini ada 525 mitra titik pengumpulan sampah dan akan bertambah 50 titik lagi," sambungnya.
Mutiara berharap ke depannya ada seribu mitra yang bergabung dalam program Keluarga Asik. Ia berpendapat transparansi dan tata kelola digital untuk menangani sampah diperlukan.
"Kami berharap kegiatan ini bermanfaat. Semoga langkah kecil ini bisa mengurangi sampah," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan pengelolaan sampah merupakan tugas bersama. Terlebih saat ini masih dalam momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
"Kami berterima kasih kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang telah membantu mengelola sampah," katanya, Selasa (9/6).
Sam'ani menambahkan, sampah sulit terurai. Bahkan, durasi terurainya sampah dapat melebihi usia manusia. Melihat fenomena itu, perlu dilakukan pengolahan sampah guna mengurangi jumlah sampah yang ada.
"Tantangan yang ada saat ini berupa mengedukasi masyarakat. Terkadang baru saja dibersihkan sampahnya, kemudian muncul lagi," imbuhnya.
Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mengatakan upaya memperkuat budaya pilah sampah dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan merupakan hal penting. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan berbagai pihak seperti Tim PKK dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation perlu terus dilanjutkan.
"Kami mendorong partisipasi masyarakat di tingkat RT dan RW untuk mengelola sampah demi mewujudkan lingkungan bersih," kata dia, Selasa (9/6).
Pengelolaan sampah rumah tangga, menurutnya, perlu ditangani bersama-sama. Ia meyakini keberadaan Keluarga Asik membantu pemerintah desa dan kelurahan untuk mengolah sampah menjadi lebih baik.
"Harapan kami program Keluarga Asik dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, menyampaikan pihaknya melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengurangi sampah. Minimal dengan cara memilah sampah dari dapur.
"Terima kasih kepada ibu-ibu penggerak PKK yang sudah peduli terhadap permasalahan sampah. Kami berkomitmen untuk mengurangi sampah," imbuhnya.
Sementara itu, CSR Lead Yayasan Wings Peduli, Seva Gliska Nefertiti, mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah dilibatkan pada acara yang berlangsung hari ini. Pihaknya selama ini juga telah membangun bank sampah.
Selain itu, pihaknya juga sedang fokus pada empat hal yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan tanggap bencana.
Fokus pada bidang lingkungan berupa pengurangan sampah dan konservasi lingkungan. Berbagai kegiatan di bidang kesehatan juga dilakukan.
Sedangkan dalam bidang pendidikan, kepedulian diwujudkan melalui penguatan fasilitas pendidikan. Sementara dalam kegiatan tanggap bencana, fokus diberikan pada sektor penanganan dan pemulihan bencana.
"Empat pilar ini saat ini sedang kami jalankan bersama-sama dengan berbagai pihak," imbuhnya.
Diketahui, sebanyak 16 pemenang Lomba Keluarga Asik telah terpilih melalui penilaian intensif pada 27–30 April. Nominasi ini terdiri atas delapan kelompok kategori Rintisan Baru dan delapan kelompok kategori Eksisting yang berhak maju ke tahapan verifikasi lapangan.
Berikut Daftar Peraih Juara Lomba Keluarga ASIK yang dihimpun kumparan:
1. Juara Umum Kategori Rintisan Baru: Pondok Jati, Jati Wetan
2. Juara Favorit Kategori Rintisan Baru: Bank Sampah Sumber Makmur Kelurahan Sunggingan
3. Juara Umum Kategori Eksisting: Bank Sampah Gerbang Harapan Maju Gondangmanis
4. Juara Favorit Kategori Eksisting: Bank Sampah Muria Berseri Gondangmanis
5. Kategori Rintisan Baru Juara 1: RW 3 Jati Kulon
6. Kategori Rintisan Baru Juara 2: PKK Lily RT 5/1 Megawon
7. Kategori Rintisan Baru juara 3: PKK Desa Wates 1/3
8. Kategori Rintisan Baru Harapan 1: Bumi Wangi, Jekulo
9. Kategori Rintisan Baru Harapan 2: Warga Desa Ngembalrejo 9/1
10. Kategori Rintisan Baru Harapan 3: Komunitas Bebas Sampah Desa Japan
11. Kategori Eksisting Juara 1: TPS3R Desa Sidorekso
12. Kategori Eksisting Juara 2: Bank Sampah SinCan Singocandi
13. Kategori Eksisting Juara 3: Proklim Jekso Beriman, Kajeksan
14. Kategori Eksisting Harapan 1: Sedekah Sampah Graha Sakinah, Karangampel
15. Kategori Eksisting Harapan 2: RT 2/6 Jati Kulon
16. Kategori Eksisting Harapan 3: RT 03/04 Megawon
