KDM: Masjid Harus Jadi Ruang Spiritualitas, Bukan Hanya Tempat Selfie
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena masjid-masjid megah yang kini kerap dijadikan tujuan wisata oleh masyarakat. Menurutnya, fungsi utama masjid sebagai tempat membangun spiritualitas tidak boleh tergeser oleh aktivitas rekreasi semata.
Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri acara menyambut Tahun Baru Hijriah bertajuk Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di Masjid Al-Jabbar, Selasa (9/6).
Menurut Dedi, masjid sejatinya merupakan tempat untuk bertafakur, bersujud, dan membangun hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan. Namun, ia melihat adanya perubahan perilaku sebagian masyarakat yang datang ke masjid hanya untuk menikmati keindahan bangunan.
"Hari ini terjadi pergeseran. Masjid tempat tafakur dan tempat bersujud berubah menjadi sarana rekreasi," ujar Dedi.
Ia menilai fenomena tersebut terlihat dari banyaknya rombongan masyarakat yang datang ke masjid-masjid besar hanya untuk berwisata atau berfoto.
"Kalau masjid menjadi sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie, bukan tempat tafakur," katanya.
Dedi menegaskan dirinya tidak melarang masyarakat mengunjungi masjid-masjid besar, termasuk Masjid Al-Jabbar. Namun, ia berharap kunjungan tersebut diiringi dengan upaya meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari.
Menurutnya, manfaat yang diperoleh seseorang dari masjid dapat dilihat dari perubahan sikap setelah beribadah.
"Kalau datang ke Al-Jabbar tidak ada sampah yang ditinggalkan, tidak ada kesemrawutan parkir, pulang membawa kebahagiaan dan tidak ada kebencian, itulah orang yang benar-benar masuk masjid," ujarnya.
Dedi juga mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang diperoleh di masjid sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mengedepankan cinta kasih dan menghindari kebencian terhadap sesama.
"Hidup penuh cinta kasih, hidup penuh kebahagiaan. Itulah orang yang masuk masjid," katanya.
Ia berharap syiar Islam tidak hanya terlihat dari ramainya tempat ibadah, tetapi juga tercermin dari perubahan perilaku umat dalam kehidupan bermasyarakat.
