Bisnis
·
28 Mei 2020 19:14

Ngabuburit Berfaedah Kelola Finansial yang Jitu di Tengah Pandemi Bareng FWD

Konten ini diproduksi oleh Sam Azhar
Ngabuburit Berfaedah Kelola Finansial yang Jitu di Tengah Pandemi Bareng FWD (38713)
Financial Talk with standup comedy bareng Mas Dono Pradana dan Bang Aidil Akbar/ sumber: instagram @FWD_ID
Sejak bulan Maret yang lalu praktis kita menjalani karantina di rumah sembari social distancing. Secara otomatis segala macam bentuk aktivitas baik di luar ruangan maupun tempat yang ramai dikerumuni orang sangat dibatasi. Terbukti sampai saat ini, tanda-tanda pandemi COVID-19 belum juga menampakkan hilal kapan akan berakhir.
ADVERTISEMENT
Kondisi seperti ini akhirnya memaksa banyak orang untuk bekerja, belajar, bermain dan beribadah dari rumah. Bersyukur bagi sebagian orang yang bisa memindahkan pekerjaan kantornya ke rumah atau work from home. Namun bagaimana dengan nasib para pekerja harian yang masih menggantungkan harapan pada nafkah sehari-hari.
Padahal kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi agar asap dapur tetap mengebul. Apalagi di bulan Ramadhan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri, pengeluaran pun cenderung meningkat drastis.
Hal tersebut turut mempengaruhi saya sebagai freelancer atau pekerja lepas. Pun menjadi kekhawatiran komika tanah air Mas Dono Pradana. Pandemi COVID-19 ternyata berimbas pada pekerjaannya di industri kreatif dan secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan keuangan cowok kelahiran Surabaya ini.
Dirinya mengakui ngga siap dengan kondisi yang terjadi saat ini. Semua pekerjaan terpaksa ditunda dan mengalami pembatalan. Apalagi ketika ditanya tentang simpanan, sejujurnya masih emiliki tabungan tapi bukan untuk jangka panjang. Kalau dihitung-hitung, paling hanya ditaksir maksimal 4-5 bulan saja. Mas Dono banyak bercerita dalam program ‘Financial Talk with Standup Comedy’ yang disiarkan secara live di laman Instagram @fwd_id dan @kumparancom pada Rabu pekan lalu (20/5).
ADVERTISEMENT
Obrolan seru kali ini ngga hanya diisi oleh hiburan dan menyimak cerita dari Mas Dono saja, tapi juga mengundang ekspertis yang pas banget buat menjelaskan seputar finansial. Ada bang Aidil Akbar selaku perencana keuangan. Beliau mengutarakan apabila hal ini sedang dialami oleh sebagian besar orang, terutama mereka yang terganggu pekerjaannya akibat pandemi. Menurutnya, sebenarnya masalah ini bisa diminimalisir kok dengan perencanaan keuangan yang matang dari jauh-jauh hari sebelumnya.
Jadi yang di check-up bukan hanya tubuh saja, tapi juga isi dompet pun harus ikutan check-up. Tujuannya supaya kalau terjadi kondisi yang tidak terduga seperti sekarang, katakanlah pandemi atau terjadi pengurangan penghasilan, kita sudah siap.
Dalam penjelasannya tersebut, untuk menghadapi pandemi ini, diperlukan adanya skala prioritas agar keuangan tetap aman. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pada beberapa kasus ditemukan membengkaknya pengeluaran justru akibat physical distancing di rumah saja. Pengeluaran terbanyak biasanya berasal dari keinginan untuk belanja daring atau sekadar membeli kudapan melalui layanan pesan antar (home delivery) untuk mengisi waktu luang di rumah. Terlebih lagi di momen menjelang Hari Raya Lebaran, keinginan untuk membeli kebutuhan sekunder seperti baju baru seringkali sukar untuk ditahan.
ADVERTISEMENT
Ngabuburit Berfaedah Kelola Finansial yang Jitu di Tengah Pandemi Bareng FWD (38714)
Wefie kedua narasumber ketika live Instagram/ sumber: dokumen pribadi
Kondisi keuangan yang tidak sehat juga sering diperparah dengan tidak dipersiapkannya dana darurat. Padahal menurut bang Akbar, idealnya satu orang harus memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya minimal selama 3 bulan.
Nah, dana darurat ini ditentukan dari jumlah orang tertanggung hidup bersama kita. Kalau kita hanya hidup sendiri, kita harus punya dana darurat minimal 3 bulanan untuk kebutuhan bulanan. Berbeda misalnya jika ada dua orang yang harus kita biayai, setidaknya kita harus punya minimal untuk 6 bulan. Sedangkan jika lebih dari itu, ada 2 orang misalnya menanggung orang tua, kita butuh dana darurat wajib minimal untuk 12 bulan ke depan.
Secara khusus di masa pandemi seperti ini, dana darurat harus naik lagi 1 1/2 kalinya. Sebab kita ngga pernah mengetahui kondisi begini akan sampai kapan bukan?
ADVERTISEMENT
Balik ke penjelasan sebelumnya, untuk itulah kita harus menentukan skala prioritas untuk kebutuhan sehari-hari. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menghemat anggaran pengeluaran untuk makan, termasuk untuk membeli makanan dari luar.
Selama waktu luang di rumah, dapat digunakan untuk memasak dan membuat menu favorit keluarga tercinta. Selain jauh lebih terjangkau, kebersihannya pun lebih terjaga dibandingkan dengan membeli makanan dari luar.
Belum lagi Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya diberikan menjelang Idul Fitri juga bisa dimanfaatkan untuk menambah pemasukan lho. Apalagi selama stay at home membuat kebanyakan orang harus mengurungkan niatnya untuk pulang kampung atau mudik. Bang Akbar menjelaskan bahwa hal tersebut bisa jadi hal yang positif, sebab lazimnya dana mudik bisa menghabiskan kocek dalam setidaknya lebih dari 50 persen THR.
ADVERTISEMENT
Namun sebelumnya, kita harus tetap menyisihkan uang THR untuk membayar kewajiban, misalnya untuk membayar zakat atau pesangon Hari Raya bagi asisten rumah tangga dan sisanya bisa disimpan untuk menambah dana darurat yang sewaktu-waktu pasti kita perlukan.
Lantas bagaimana dengan mereka yang memiliki pendapatan yang terbilang pas-pasan atau bahkan terpaksa harus rela dipotong akibat pandemi?
Bagi beberapa orang, pendapatan yang terbatas membuat mereka jadi sulit menyediakan dana darurat. Hal ini bisa disiasati dengan memaksimalkan peluang untuk mendapatkan pemasukan tambahan agar keuangan lebih sehat. Salah satu caranya adalah mengembangkan bisnis lain di luar dari penghasilan pokok yang diperoleh dengan bekerja.
Bang Akbar menambahkan, jika ditarik kesimpulan konsepnya di satu sisi menambah penghasilan dan di saat bersamaan menekan pengeluaran. Suka tidak suka harus meningkatkan penghasilan. Misalnya kerja tambahan atau bisnis sampingan.
ADVERTISEMENT
Selain perencanaan yang matang, ngga ada salahnya sih buat punya proteksi ganda, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Misalnya dengan Asuransi Bebas Handal dari FWD Life.
Asuransi Bebas Handal merupakan produk asuransi kesehatan berbasis syariah, yang punya manfaat khusus untuk penanganan COVID-19 sampai dengan 100 juta. Untuk harganya masih relatif terjangkau mulai dari 75 ribu rupiah per bulannya. Dijamin ngga bikin kantong bolong untuk melindungi kesehatan fisik dan terlebih finansial.
Apalagi kali ini ada penawaran khusus dari FWD Life. Khusus bagi nasabah yang ingin mengaktifkan Asuransi Bebas Handal sebelum 31 Mei, akan mendapatkan kesempatan untuk rapid test COVID-19 secara gratis dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Apabila perencanaan keuangan tersebut sudah dilaksanakan secara baik dan maksimal, Bang Akbar meyakini bahwa semua orang bisa melewati masa krisis tanpa hambatan yang berarti. Bahkan bukan hal yang mustahil, kita juga bisa ikut memberikan solusi dan manfaat kepada sesama dalam menghadapi pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Salah satunya dengan turut #BerbagiBarengFWD untuk anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua. Berkolaborasi dengan SOS Children’s Villages Indonesia, program ini mengajak kita semua merayakan kebahagiaan dengan ikutan berdonasi kalori melalui tantangan workout setiap minggunya.
Nantinya biaya pendaftaran juga akan dikonversi langsung menjadi donasi untuk anak-anak di SOS Children’s Villages. Sebagai ucapan terima kasih, para peserta yang ikut berpartisipasi akan memperoleh jersey yang akan dibagikan pada akhir periode kampanye. Namun, bagi yang ingin berdonasi langsung juga bisa menyalurkannya melalui Kitabisa.com.
Kalau begitu sekarang jadi lebih tenang kan, tuk mengelola keuangan di tengah pandemi? Saran saya teruslah memberikan banyak manfaat sekalipun kondisi kita sedang kekurangan.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white