Petenis Spanyol Rafael Nadal

Nadal dan Bapak

Tidak mau makan rebung, durian, dan tauge.
13 Juni 2022 12:31
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sambil menahan sakit sampai kakinya mati rasa, Rafael Nadal membuktikan bahwa ia lebih dari pemenang.
Beberapa jam setelah final Roland Garros 2022, saya sibuk memperhatikan foto-foto Nadal, lalu menyaksikan cuplikan pertandingannya. Hingga akhirnya saya tiba pada wawancara khas akhir laga final. Di situ Nadal bercerita bahwa sebenarnya ia bertanding dengan kaki mati rasa.
Kaki mati rasa itu adalah efek penghilang rasa sakit yang disuntikkan ke saraf kakinya sebelum pertandingan. Sejak 2005, Nadal divonis mengidap sindrom Mueller-Weiss. Kondisi ini terjadi ketika bagian luar tulang telapak kaki mulai aus atau hancur akibat trauma, tekanan yang berlebihan dari waktu ke waktu, atau kelainan perkembangan. Sialnya, sindrom Mueller-Weiss bersifat progresif sehingga tidak ada jaminan dapat sembuh sepenuhnya. Sudah begitu, ia sangat sulit didiagnosis karena gejalanya samar-samar.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Sepak bola tak selamanya mewah. Ia mau-mau saja membukakan pintu bagi mereka yang menggiring bola dengan bertelanjang kaki. Kolom Marini Saragih, terbit dua pekan sekali, tiap Senin, di @kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten