Timor Leste

Sepak Bola Tak Selamanya Mewah

Tidak mau makan rebung, durian, dan tauge.
9 Agustus 2022 14:29
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sepak bola tak selamanya mewah. Ia mau-mau saja membukakan pintu bagi mereka yang menggiring bola dengan bertelanjang kaki.
Di bawah langit Pagedangan yang kadang murung kadang ceria, anak-anak mengejar dan memperebutkan bola di lapangan yang tanahnya dilapisi rumput seadanya. Saat sedang murung, langit akan menurunkan hujan yang membuat lapangan itu becek. Saat lagi ceria-cerianya, langit akan membiarkan matahari menghadapkan wajahnya kepada siapa pun yang berada di atas lapangan sederhana itu.
Lapangan itu benar-benar bersahaja. Letaknya di Pagedangan, Tangerang. Bangku pemainnya reyot, tapi masih cukup tangguh untuk diduduki beberapa orang. Tiga orang pelatih berdiri di atas lapangan, memastikan agar wajah anak-anak didik mereka tidak berhadapan langsung dengan terik matahari.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Sepak bola tak selamanya mewah. Ia mau-mau saja membukakan pintu bagi mereka yang menggiring bola dengan bertelanjang kaki. Kolom Marini Saragih, terbit dua pekan sekali, tiap Senin, di @kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten