Menerapkan Body Positivity dalam Keseharian

Sarah Busyra
Pascasrjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Konten dari Pengguna
23 Januari 2021 7:21 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sarah Busyra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menerapkan Body Positivity dalam Keseharian
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 lalu adalah semakin lekatnya masyarakat dengan dunia media sosial. Hal-hal yang dilakukan serba online membuat setiap orang memiliki intensitas berlebih terhadap gadgetnya.
ADVERTISEMENT
Ditambah lagi maraknya influencer dan idola media sosial yang semakin bermunculan kerap memberikan tak hanya sisi positif namun juga dampak negative. Diantaranya adalah mengenai standar kecantikan. Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang berpegang
pada stigma kecantikan wanita. Anggapan bahwa cantik itu haruslah putih, mulus, tinggi, langsing masih menggelayuti pikiran masyarakat, khususnya di Indonesia. Hal ini juga didukung maraknya citra tubuh positif dalam iklan video digital brand kecantikan dan skincare yang semakin merajalela.
Akibatnya, banyak orang senang membanding-mandingkan bentuk fisiknya dengan orang lain. Merasa tidak puas dengan penampilan fisik, bahkan melakukan cyber bullying body shaming secara terang-terangan yang tak jarang menimbulkan stressing berlebih bagi sebagian orang khususnya wanita. Perilaku tersebut jelas membahayakan karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
ADVERTISEMENT
Hal ini membuat kampanye body positivity yang telah lama
berkembang dan disebarluaskan sejak tahun 2012 menjadi hal yang penting untung terus diangkat.
Apa sih body positivity itu?
Dilansir dari halodoc.com, secara harfiah definisi body positivity adalah penerimaan setiap perubahan tubuh mulai dari bentuk, ukuran, hingga kemampuan tubuh seiring bertambahnya usia. Namun, bukan berarti body positivity itu merupakan legitimasi untuk tidak perduli dan merawat diri agar menjadi lebih baik ya.. Tapi maknanya lebih kepada mengetahui kapasitas dan kebutuhan diri sendiri.
Nah, terdapat hal-hal yang bisa dilakukan sembari memberikan afirmasi positif terhadap diri mengenai body positivity, diantaranya:
1. Menerapkan Self-Love
Langkah awal dalam menerapkan self-love ini adalah dengan mengenali dan memahami diri sendiri. Kira-kira asupan seperti apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Bukan hanya berupa asupan makanan, namun juga asupan wawasan dan pengetahuan. Jadi makna self-love ini dapat dimaknai dengan pandangan luas. Bukan hanya ‘berbuat semau gue, yang penting gue senang’, namun dengan berfikir dan memilah mana hal yang baik untuk dilakukan dan mana hal yang harus ditinggalkan dengan pertimbangan jangka pendek maupun panjang. Contohnya membiasakan gaya hidup sehat, berolahraga dan makan-makanan bergizi dengan niat agar tubuhku sehat.
ADVERTISEMENT
2. Perbanyak Bersyukur
Fitrah nafsu manusia memang seringkali terfokus pada hal-hal yang bersifat minus hingga melupakan kelebihan-kelebihan yang ada pada suatu hal. Termasuk diri sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pintar-pintar syukur. Hal ini dapat dimulai dengan memikirkan atau bahkan menulis hal-hal apa saja yang patut kita syukuri dalam satu hari. Bisa dimulai dari hal-hal terkecil yang ada disekitar kita, termasuk wujud keluarga, teman, serta nikmat jasmani dan rohani yang dirasakan. Hal ini dapat membuat kita terfokus pada apa yang kita miliki, bukan hanya pada kekurangan diri sendiri, terutama kekurangan fisik.
3. Melakukan Kegiatan Sosial
Begitu banyak kejadian terjadi di belahan dunia yang masih luput dari pengetahuan kita. Masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita membutuhkan uluran tangan. Dengan melakukan kegiatan sosial, atau minimal aware terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi akan meningkatkan rasa simpati dan empati kita terhadap orang lain. Sebagai makhluk sosial, saling memberi dan berbagi akan meningkatkan rasa bahagia pada diri manusia. Selain itu, melakukan kegiatan sosial dan berbagi terhadap orang lain juga memberikan pemahaman akan keberagaman masyrakat diluar sana yang terdiri dari berbagai ras, suku, kelompok, bahkan sifat dan kepribadian.
ADVERTISEMENT
4. Memilih Lingkungan dan Komunitas
Salah satu pentingnya memilih lingkungan, komunitas dan circle pertemanan adalah karena mereka yang paling mempengaruhi pola pikir seseorang. Apabila terus berkumpul dengan orang-orang yang memiliki perspektif mengenai standar kecantikan orang lain, kita tetap tidak akan bisa melepas mindset tersebut dari pikiran kita. Jadi, dengan memilih lingkungan yang baik dan komunitas yang baik akan sangat membantu kita untuk menjadi lebih baik pula.
5. Menyaring Informasi
Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah pintar-pintar menyaring informasi yang masuk ke otak kita. Karena informasi akan melahirkan pikiran, pikiran menciptakan keyakinan, keyakinan melahirkan perbuatan, perbuatan akan mencetak kebiasaan dan kebiasaan akan membentuk karakter. Dengan begitu, informasi yang kita tangkap akan menentukan karakter kita ke depannya. Maka, bijaklah dalam menyaring informasi baik itu yang didapat dari orang lain, hasil bacaan buku maupun media sosial.
ADVERTISEMENT
Ingat, body positivity bukan berarti legitimasi untuk menjadi malas merawat diri dan membiarkan segala sesuatu mengalir begitu saja. Segala sesuatu nggak akan berubah tanpa usaha. Jangan sampai niatnya melakukan body positivity malah menjadi toxic positivity, ya.. Terima kasih. Semoga bermanfaat.
https://satupersen.net/blog/body-positivity
https://media.neliti.com/media/publications/278579-citra-tubuh-positif-perempuan-dalam-ikla-6ce4aed2.pdf
https://www.whiteboardjournal.com/ideas/human-interest/tentang-makna-self-acceptance-dan-body-positivity-di-mata-perempuan-indonesia/