Aturan Konsumsi Suplemen Zat Besi untuk Anak
ยทwaktu baca 2 menit

Kalau anak terlihat mudah lelah, kurang bersemangat, atau sulit fokus saat belajar, hati-hati, Moms, bisa jadi si kecil mengalami kekurangan zat besi. Padahal, zat besi berperan penting dalam membantu pembentukan hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Saat kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, anak bisa mengalami berbagai keluhan, mulai dari mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan prestasi belajar.
Namun, pemberian suplemen zat besi pada anak tidak boleh sembarangan. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan ada rekomendasi khusus dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait pemberiannya.
Kapan Anak Boleh Mengonsumsi Suplemen Zat Besi?
Menurut dr. Aisya, suplementasi zat besi sudah dapat diberikan sejak bayi berusia 4 bulan.
"Untuk bayi yang mendapatkan ASI, suplementasi zat besi dimulai pada usia 4 bulan sampai 2 tahun. Khusus bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah, suplementasi bisa diberikan lebih awal karena cadangan zat besinya lebih sedikit," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Tak hanya bayi, anak usia sekolah hingga remaja juga bisa memperoleh suplementasi zat besi sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter.
Berdasarkan rekomendasi IDAI, bayi umumnya mendapatkan suplementasi sejak usia 4 bulan hingga usia 2 tahun, tergantung kondisi saat lahir. Sementara pada balita, anak usia sekolah, dan remaja, suplementasi biasanya diberikan selama 3 bulan berturut-turut dan diulang dua kali dalam setahun.
Selain itu, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dianjurkan mulai usia 2 tahun dan dilakukan setiap tahun hingga anak memasuki masa remaja. Bila ditemukan anemia, dokter akan mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Kapan Suplemen Zat Besi Perlu Dihentikan Sementara?
Meski penting, ada kondisi tertentu yang membuat anak sebaiknya berhenti mengonsumsi suplemen zat besi untuk sementara waktu, yaitu saat sedang sakit atau mengalami infeksi.
"Karena saat infeksi, bakteri dan virus menggunakan zat besi sebagai makanan mereka untuk terus berkembang biak. Selain itu, zat besi juga bisa memperparah mual, muntah, atau gangguan pencernaan lainnya," jelas dr. Aisya.
Karena itu, suplementasi zat besi dapat dilanjutkan kembali setelah kondisi anak membaik dan tidak lagi sakit.
Jadi, Moms, meski suplemen zat besi memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan anjuran dokter, ya.
