Konten dari Pengguna

Cara Negara Berutang dan Macam-macam Sumber Penerimaan Negara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Negara Berutang. Sumber: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Negara Berutang. Sumber: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Negara sebagai organisasi yang memiliki wilayah, rakyat, dan menjalankan peran pemerintahan bisa saja melakukan pinjaman atau berutang. Cara negara berutang ke dalam atau keluar negeri melibatkan surat berharga.

Beberapa negara biasanya melakukan pinjaman dengan menggunakan obligasi atau surat-surat berharga. Pihak yang memberi pinjaman ada banyak jenis, contohnya Bank Dunia, Dana Keuangan Internasional, atau Bank Pembangunan Asia.

Cara Negara Berutang

Ilustrasi Cara Negara Berutang. Sumber: Unsplash.com/Scott Graham

Utang merupakan uang atau dana hasil pinjaman dari pihak lain. Prinsip wajib dalam berutang adalah peminta pinjaman wajib mengembalikan uang sesuai dengan jumlah serta waktu pengembalian yang telah disepakati bersama pemberi pinjaman.

Kegiatan berutang dalam kehidupan manusia, terutama bidang ekonomi dan pembangunan sudah menjadi hal yang umum. Setiap individu, kelompok, bahkan negara bisa saja pernah menjadi pihak yang berutang.

Cara negara berutang adalah meminta pinjaman dari dana yang bersumber dari dalam negeri dan/atau luar negeri. Ketika berutang, beberapa negara biasanya menggunakan obligasi atau surat-surat berharga.

Mengutip dari buku berjudul Buku Siswa EKONOMI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk Siswa SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 karya Darsono (2020: 117), contoh pinjaman dari luar negeri adalah pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia (IBRD), Bank Pembangunan Asia (ABD), Dana Keuangan Internasional (IMF), dan lain-lain.

Uang hasil pinjaman tersebut umumnya digunakan untuk kepentingan ekonomi, pembangunan, dan/atau ekonomi pembangunan. Jadi, negara yang meminjam nantinya dapat mengganti uang pinjaman dari keuntungan kegiatan ekonomi.

Macam-macam Sumber Penerimaan Negara

Ilustrasi Cara Negara Berutang. Sumber: Unsplash.com/Tyler Franta

Utang merupakan salah satu jenis sumber penerimaan negara yang umumnya diperuntukan pada bidang ekonomi dan/atau ekonomi pembangunan. Selain utang, negara sebenarnya memiliki sumber penerimaan yang lain.

Mengutip dari buku yang sama, Darsono (2020: 117), berikut adalah macam-macam sumber penerimaan negara, selain pinjaman atau utang:

  • Pajak, yakni sumbangan wajib yang harus dibayar oleh para wajib pajak kepada negara.

  • Penerimaan bukan pajak, yaitu penerimaan negara dan sumber lain, seperti laba perusahaan negara atau daerah, retribusi, tarif jasa pelabuhan, hasil sitaan, lelang, denda, serta hasil kegiatan perdagangan.

  • Bantuan luar negeri, yakni sumber penerimaan dari negara tetangga, lembaga swasta asing, atau lembaga-lembaga internasional.

Jadi, diketahui bahwa cara negara berutang ke dalam atau ke luar negeri adalah menggunakan obligasi atau surat-surat berharga. Selain itu, diketahui pula bahwa sumber penerimaan negara dapat berasal dari pajak, penerimaan bukan pajak, serta bantuan luar negeri. (AA)