Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Australopithecus Boisei, Manusia Purba Afrika yang Tegap

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Australopithecus Boisei. Sumber: Unsplash.com/Eric Prouzet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Australopithecus Boisei. Sumber: Unsplash.com/Eric Prouzet

Australopithecus boisei merupakan jenis manusia purba yang ada di Afrika. Ciri-ciri Australopithecus boisei adalah mempunyai tubuh tegap, rahang besar, serta tempurung kepala yang rendah dan kasar.

Manusia purba tersebut diperkirakan telah hidup pada zaman Pleistosen, yakni sekitar 1,5 – 1 juta tahun yang lalu. Penemu fosil manusia purba Australopithecus boisei adalah Leakey.

Ciri-ciri Australopithecus Boisei, Manusia Purba Afrika

Ilustrasi Ciri-Ciri Australopithecus Boisei. Sumber: Unsplash.com/Mathew Schwartz

Topik tentang manusia purba dalam pembahasan sejarah tidak akan pernah habis dalam satu waktu singkat. Topik tersebut dapat menjadi pembahasan yang panjang karena ada banyak jenis fosil manusia purba di dunia, salah satunya Australopithecus boisei.

Fosil manusia purba tersebut terdapat di wilayah Afrika. Mengutip dari buku Evolusi Organik karya Waluyo (2019: 143), ciri-ciri Australopithecus boisei, antara lain:

  • Badan tegap;

  • Muka serta giginya kokoh;

  • dan tempurung kepalanya rendah serta kasar.

Manusia purba bernama Australopithecus boisei tersebut ditemukan oleh Louis Seymour Bazett Leakey di Lembah Olduvai, Tanzania. Australopithecus boisei termasuk jenis Australopithecus yang paling besar.

Kehidupan Manusia Purba Australopithecus Boisei

Ilustrasi Ciri-Ciri Australopithecus Boisei. Sumber: Unsplash.com/Matt Artz

Setiap informasi sejarah mengenai manusia purba umumnya memaparkan kehidupannya. Demikian pula dengan manusia purba Australopithecus boisei yang ada di Afrika.

Mengutip dari buku yang sama, Waluyo (2019: 143), Australopithecus boisei diduga hidup 1,5 – 1 juta tahun yang lalu. Pada masa itu, kehidupan sedang mengalami zaman Pleistosen.

Kehidupan manusia purba zaman Pleistosen umumnya telah berkembang jauh daripada manusia purba terdahulu. Manusia purba pada zaman Pleistosen sudah menggunakan perkakas, menggunakan api, pantai berburu, bahkan sudah dapat berbicara.

Australopithecus boisei pada masa itu hidup di padang rumput terbuka. Kondisi itu membuatnya termasuk jenis manusia purba yang memakan tumbuhan.

Gigi serta rahang yang besar membuat Australopithecus boisei memiliki julukan sebagai manusia pemecah kenari. Jadi, bentuk rahangnya tentu sudah jauh berbeda dengan manusia masa sekarang.

Demikian menjadi jelas bahwa ciri-ciri Australopithecus boisei adalah badan tegap, muka dan gigi kokoh, serta tempurung kepala rendah dan kasar. Penemu manusia purba tersebut adalah Leakey. (AA)