Contoh Filsafat Kritisisme Immanuel Kant beserta Teorinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filsafat kritisisme adalah salah satu cabang filsafat yang diungkapkan beberapa filsuf, seperti Immanuel Kant. Adapun contoh filsafat kritisisme, yaitu menganggap suatu objek pengenalan berpusat pada subjek, bukan objeknya.
Budiwan dalam Kritik Immanuel Kant terhadap Faham Rasionalisme dan Empirisme menyebutkan bahwa Immanuel Kant menentang faham rasionalisme serta empirisme melalui filsafat kritisisme.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai contoh filsafat kritisisme, simak selengkapnya dalam artikel berikut.
Pengertian dan Contoh Filsafat Kritisisme Immanuel Kant
Immanuel Kant adalah filsuf berpengaruh asal Jerman dan hidup pada masa pencerahan. Dirinya memperkenalkan filsafat kritisisme yang melegenda. Filsafat kritisisme adalah suatu cabang filsafat yang mempelajari tentang batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia.
Ini berarti, filsafat kritisisme berbeda dengan filsafat modern yang telah dikenal masyarakat sebelumnya. Filsafat ini disebut dengan kritisisme karena dirinya mengomentari perihal aliran rasionalisme dan empirisme.
Immanuel Kant berpendapat bahwa kedua aliran tersebut terlalu berpihak, sehingga dirinya berupaya menjelaskan batas kemampuan rasional manusia dan dimensi murni teoritis serta praktis etis.
Adapun sejumlah contoh filsafat kritisisme adalah:
Menganggap objek pengenalan berpusat terhadap subjek, bukan objeknya.
Keterbatasan kemampuan rasio manusia guna mengetahui realitas hakikat sesuatu. Jadi, rasio manusia hanya bisa menjangkau fenomena atau gejala saja.
Pengenalan manusia terhadap sesuatu didapatkan dari peranan unsur anaximenes priori.
Teori Filsafat Kritisisme Immanuel Kant
Teori filsafat kritisisme dari Immanuel kant menjelaskan mengenai sintesa di antara aliran rasionalisme dan empirisme. Jadi, indra dan akal bekerja sama guna menghasilkan pengetahuan pasti.
Akan mempunyai peran sebagai tempat pengolahan, sedangkan indra berfungsi untuk menyediakan bahan mentah. Kant juga mengungkapkan bahwa pengetahuan yang diungkapkan oleh aliran rasionalisme dicerminkan dalam putusan yang sifatnya analitik-apriori.
Itu artinya, putusan yang menempatkan predikat juga dimasukkan sendiri ke dalam subjek. Di sisi lain, pengetahuan menurut aliran empirisme menyebutkan bahwa putusan mempunyai sifat sintetik-aposteriori atau predikat belum termasuk subjek.
Demikian informasi mengenai contoh filsafat kritisisme dan teorinya. [ENF]
