Konten dari Pengguna

Hubungan Dagang Masyarakat Nusantara dan Pedagang Hindu-Buddha

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha. Sumber: Hugo Heimendinger/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha. Sumber: Hugo Heimendinger/pexels.com

Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha menyebabkan adanya asimilasi budaya. Pasalnya, di masa persebaran Hindu-Buddha di Indonesia, banyak terjadi interaksi antar masyarakat.

Janah dan Ayundasari dalam Islam dalam Hegemoni Majapahit: Interaksi Majapahit dengan Islam abad ke-13 sampai 15 Masehi menyebutkan bahwa persebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia menyebabkan terjadinya persebaran budaya pula.

Untuk mengetahui penjelasan lengkap seputar hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha, simak selengkapnya di artikel berikut.

Hubungan Perdagangan Antara Masyarakat Nusantara dan Pedagang Hindu-Buddha

Ilustrasi hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha. Sumber: Omotayo Tajudeen/pexels.com

Agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia melalui sejumlah tahapan, salah satunya adalah perdagangan. Para pedagang dari India datang ke Indonesia untuk berdagang. Hal ini menjadi strategi yang cukup efektif, terlebih lagi Indonesia berada di wilayah jalur perdagangan strategis.

Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha menyebabkan adanya asimilasi budaya. Asimilasi budaya adalah perpaduan budaya yang berbeda serta menghasilkan budaya baru.

Sebelum masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesia, masyarakat Nusantara cenderung mempunyai kepercayaan animisme, dinamisme, dan hidup berdasarkan sistem kesukuan.

Nah, usai masuknya agama Hindu dan Buddha di Indonesia, budaya Hindu dan Buddha pun mulai masuk dan berkembang. Hal ini juga memengaruhi kebudayaan yang ada di Nusantara.

Asimilasi Budaya Hindu dan Buddha di Indonesia

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, agama Hindu dan Buddha di Indonesia turut memengaruhi sistem kebudayaan di negara ini. Hal ini akhirnya memicu terjadinya asimilasi budaya.

Terjadinya asimilasi budaya di Indonesia dapat menimbulkan budaya di suatu daerah hilang dan menghasilkan budaya baru. Beberapa contoh asimilasi budaya yang terjadi di Indonesia di masa perkembangan agama Hindu Buddha adalah:

  • Perubahan sistem kepercayaan di Indonesia yang sebelumnya mengacu pada agama kesukuan, animisme, maupun dinamisme.

  • Perubahan sistem pemerintahan di Indonesia yang semula condong pada sistem kesukuan, mulai berkembang sistem kerajaan.

Demikian beberapa informasi penting seputar hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu-Buddha. [ENF]