Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur yang Berkaitan Erat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Borobudur adalah candi yang berada di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur, yaitu sebagai peninggalan sejarah kerajaan.
Hal ini juga disampaikan oleh Asjhari dan Sulasdi dalam Pengembangan Infrastruktur Jaringan Jalan dalam Mendukung Pengembangan Wisata Budaya di Daerah Sekitar Candi Borobudur, bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hubungan Kerajaan Mataram Kuno dan Candi Borobudur, sebaiknya cari tahu dulu sejarahnya. Kerajaan Mataram Kuno adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri di Jawa Tengah sekitar abad ke-8 Masehi.
Memasuki abad ke-10 Masehi, Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur dengan nama Kerajaan Medang. Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh 3 dinasti, yaitu Dinasti Sanjaya, Syailendra, dan Isyana.
Kerajaan ini meninggalkan berbagai peninggalan sejarah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Kisah awal pendirian kerajaan ini diceritakan dalam Prasasti Canggal dan Munggu.
Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur
Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur, yaitu candi tersebut tergolong sebagai peninggalan di masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia di tahun 1991 ini diperkirakan di bangun sekitar abad ke-8 Masehi.
Beberapa sejarawan menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun ketika Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh Dinasti Syailendra, yakni dinasti yang berkuasa dari tahun 752 Masehi dan menganut ajaran Buddha Mahayana.
Akan tetapi, sejarawan lainnya menyebutkan bahwa pembangunan Candi Borobudur telah dimulai pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya dan baru selesai di masa Dinasti Syailendra, sebagai masa keemasan Kerajaan Mataram Kuno.
Menariknya, pembangunan Candi Borobudur ini dilakukan tanpa perekat atau semen, tetapi menggunakan sistem kunci antara batu-batu vulkanik.
Selain itu, di dalam Candi Borobudur terdapat sekitar 2.600 relief serta lebih dari 500 arca Buddha.
Demikian sederet informasi mengenai hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur. [ENF]
