Kebijakan Daendels di Bidang Pendidikan dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, ada berbagai kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan.
Salah satu kebijakan Daendels di bidang pendidikan adalah pendirian sekolah untuk anak-anak pribumi.
Untuk mengetahui kebijakan Daendels dalam bidang pendidikan lainnya, mari simak pembahasannya di bawah ini.
Kebijakan Daendels di Bidang Pendidikan
Y. Sri Pujiastuti, dkk. dalam buku berjudul IPS Terpadu untuk SMP dan Mts Kelas VIII menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Daendels agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik adalah dengan membuat kebijakan di segala bidang, salah satunya di bidang pendidikan.
Daendels memperkenalkan sistem pendidikan modern pada masyarakat pribumi. Tidak hanya itu, ia juga membangun sekolah-sekolah untuk memperkenalkan kurikulum yang baru.
Tujuan pembangunan sekolah untuk anak-anak pribumi oleh Daendels adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sekolah yang didirikan oleh Daendels dikelola oleh orang-orang Belanda. Meski begitu, di dalamnya juga diajarkan tentang bahasa dan kebudayaan Indonesia.
Adapun contoh sekolah yang didirikan oleh Daendels adalah sebagai berikut.
1. Sekolah Ronggeng di Cirebon
Ketika Daendels berkunjung ke Cirebo pada tahun 1810, ia menyadari bahwa masyarakat di sana masih belum tersentuh pendidikan. Kemudian Daendels bekerja sama dengan Pangeran Cirebon untuk membangun Sekolah Ronggeng.
Sekolah rakyat ini memadukan standar pendidikan barat dengan timur guna menghasilkan lulusan yang melek huruf. Harapannya, kualitas pendidikan anak-anak pribumi semakin membaik dan bisa terbebas dari buta huruf.
2. Sekolah Bidan di Batavia
Pada tahun 1811, Daendels membuka sekolah bidan di Batavia (sekarang bernama Jakarta). Latar belakang pendirian sekolah ini didasari karena tingginya akan kematian bayi serta tidak adanya perawatan kesehatan yang memadai pada masa itu.
3. Sekolah Militer di Batavia
Di tengah pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan pada 1629, Daendels juga membangun sebuah kota militer dengan benteng pertahanan yang kukuh dan luas di tanah bekas Prajurit Mataram. Selain itu, dibangun juga sekolah militer untuk masyarakat pribumi.
Demikianlah penjelasan tentang kebijakan Daendels di bidang pendidikan yang perlu diketahui. (Ek)
