Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan? Ini Jawabannya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
12 April 2024 20:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan? Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan? Sumber: Unsplash
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh mereka yang mempelajari sejarah perjuangan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Pekik Takbir Bung Tomo oleh Fery Taufiq, banyak orang menyebutkan bahwa Surabaya merupakan Kota Pahlawan. Pemuda Surabaya menjadi potret dari pejuang gigih yang tidak mengenal kata menyerah.
Dari kota tersebut, lahirlah Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Apa alasannya?

Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan?

Ilustrasi Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan? Sumber: Unsplash
Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Ternyata, peringatan tersebut bermula ketika terjadi pertempuran besar pada 10 November 1945 di Surabaya antara pasukan Inggris dan tentara Indonesia.
Pertempuran tersebut menjadi sangat bersejarah, bahkan sangat berat dalam kisah Revolusi Nasional Indonesia.
Pada 29 Oktober 1945, terjadi gencatan senjata yang ternyata tidak mampu menyelesaikan ketegangan. Puncaknya terjadi pada 30 Oktober 1945 ketika Brigadir Jenderal Mallaby tewas sehingga memancing reaksi keras pihak Inggris.
ADVERTISEMENT
Pada 10 November 1945, perwakilan Inggris yang bernama Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh menyerahkan ultimatum agar Indonesia memberikan semua senjata sekaligus menghentikan perlawanan.
Bahkan, mereka mengancam akan melakukan penyerangan hebat terhadap Surabaya dari laut, darat, sampai udara apabila tidak dipenuhi. Selain itu, pemimpin serta para pemuda Indonesia juga diminta menghadiri suatu tempat pada 10 November 1945 pukul 6 pagi.
Ultimatum tidak mendapat sambutan baik. Rakyat Surabaya tidak memedulikan permintaan tersebut sehingga mendorong pecahnya pertempuran selama tiga minggu di Surabaya. Saking hebatnya, medan perang mendapat julukan “neraka” akibat kerugian luar biasa.
Sebanyak 20.000 orang Surabaya harus kehilangan nyawa yang mayoritas merupakan warga sipil. Sedangkan, sedikitnya 150.000 orang harus meninggalkan kota. Dari pihak lawan, sebanyak 1.600 tentara hilang, luka, atau tewas.
ADVERTISEMENT
Perlawanan yang sangat heroik serta tidak kenal menyerah tersebut bahkan menyebabkan Inggris merasa terdesak. Dari situlah, Surabaya disebut sebagai Kota Pahlawan. Sejak kejadian itu pula, setiap 10 November dijadikan Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai alasan mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.(LAU)