Konten dari Pengguna

Mengetahui Penyebab Keruntuhan Kerajaan Cirebon Lengkap

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keraton Cirebon. Sumber: Maharanita Nugradianti/unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keraton Cirebon. Sumber: Maharanita Nugradianti/unsplash.com

Kerajaan Cirebon adalah kerajaan berbasis Islam yang berada di kawasan Cirebon, Jawa Barat. Keruntuhan Kerajaan Cirebon terjadi mulai masa kepemimpinan Panembahan Ratu II.

Menurut Erwantoro dalam artikelnya berjudul Sejarah Singkat Kerajaan Cirebon, Kerajaan Cirebon mencapai punjak kejayaannya saat dipimpin oleh Sunan Gunung Djati.

Pada masa itu, Sunan Gunung Djati bukan hanya mengembangkan aspek politik saja, tetapi juga berperan besar dalam penyebaran agama Islam dan menjadi salah satu Wali Songo.

Lantas, bagaimana kisah keruntuhan Kerajaan Cirebon? Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini hingga selesai.

Penyebab Keruntuhan Kerajaan Cirebon

Ilustrasi Cirebon. Sumber: Ervan Sugiana/unsplash.com

Keruntuhan Kerajaan Cirebon terjadi mulai tahun 1666 Masehi, tepatnya pada masa kepemimpinan Pangeran Rasmi atau Panembahan Ratu II.

Penyebab awalnya adalah adanya fitnah dari Sultan Amangkurat I. Beliau memanggil Panembahan Ratu II untuk datang ke Surakarta dan menuduhnya tengah berupaya menjatuhkan kekuasaan Sultan Amangkurat I di Mataram serta bekerja sama dengan Kerajaan Banten.

Tuduhan tersebut tentu membawa perselisihan antara kedua belah pihak, hingga akhirnya Panembahan Ratu II diasingkan di Surakarta dan wafat pada tahun 1667 Masehi.

Atas kekosongan jabatan di Kerajaan Cirebon tersebut, seluruh wilayah kekuasaannya pun diambil alih oleh Sultan Amangkurat I yang menjadi raja di Kerajaan Mataram.

Melihat situasi tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa selaku raja dari Kerajaan Banten pun naik pitam dan berinisiatif untuk menyelamatkan Kerajaan Cirebon dan putra dari Panembahan Ratu II yang turut diasingkan.

Selain diakibatkan oleh perebutan kekuasaan, keruntuhan Kerajaan Cirebon juga diakibatkan oleh masa kependudukan VOC yang memicu adanya pertikaian antar kerajaan. Hal itu disebabkan oleh politik adu domba yang diusung oleh VOC.

Peninggalan Kerajaan Cirebon

Usai keruntuhan Kerajaan Cirebon, terdapat beberapa peninggalan yang masih dapat dikunjungi hingga saat ini, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman.

Selain itu, ada pula Masjid Agung Cirebon serta Makam dari Sunan Gunung Djati.

Seluruh peninggalan tersebut masih dapat dikunjungi hingga saat ini, bahkan makam Sunan Gunung Djati selalu ramai dengan peziarah.

Demikian berbagai informasi tentang penyebab keruntuhan Kerajaan Cirebon serta peninggalannya. Perlu diingat bahwa kerajaan ini sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya. (ENF)