Konten dari Pengguna

Pesebaran Homo Sapiens beserta Ciri-ciri dan Penemuannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi persebaran homo sapiens. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi persebaran homo sapiens. Sumber: pixabay

Homo sapiens menjadi manusia purba yang terbentuk sehabis terjadinya proses evolusi selama ribuan tahun. Persebaran Homo sapiens berawal dari Afrika, kemudian meluas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, Homo sapiens tidak hanya mampu membuat peralatan untuk sehari-hari, tetapi juga telah menggunakan akal dan memiliki sifat seperti manusia modern.

Persebaran Homo Sapiens

Ilustrasi persebaran homo sapiens. Sumber: pixabay

Persebaran Homo sapiens dimulai dari wilayah Afrika, selanjutnya meluas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selama waktu perubahan iklim yang dramatis sekitar 300 ribu tahun lalu, Homo sapiens berevolusi di wilayah Afrika.

Seperti manusia purba lainnya, Homo sapiens menjalani kehidupan sederhana dengan berburu dan mengumpulkan makanan.

Seiring berjalannya waktu, mulai mengembangkan kemampuan untuk menanggapi tantangan bertahan hidup di tengah kondisi lingkungan yang tidak stabil.

Fosil tertua Homo sapiens ditemukan di Jebel Irhoud, Maroko, di tahun 2000 yang berupa pecahan tengkorak, tulang rahang lengkap, dan perkakas batu dan diperkirakan berumur 315 ribu tahun.

Selanjutnya Homo sapiens menyebar ke seluruh benua dan datang di Cina antara 120 ribu hingga 80 ribu tahun lalu. Jenis Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia diperkirakan berasal dari Zaman Holosen, yang berlangsung sekitar 40 ribu tahun yang lalu.

Ciri-ciri Homo Sapiens

Berikut penjelasan apa saja ciri khas fisik dari Homo sapiens:

  • Tinggi badan berkisar antara 130-210 sentimeter.

  • Berat badan antara 30-150 kilogram.

  • Volume otak berkisar 1.000-2.000 cc.

  • Reduksi di bagian gigi, rahang, dan otot-otot kunyah sehingga mulai tumbuh bagian dagu pada rahang bawah.

  • Otot dan tulang ukurannya menjadi lebih kecil.

  • Menggunakan bahasa dalam berkomunikasi.

Penemuan di Indonesia

Dalam beberapa temuan, jenis manusia purba di Indonesia yang paling mendekati jenis manusia masa kini adalah jenis Homo sapiens.

Penemuan fosil dari Homo sapiens di Indonesia diawali pada tahun 1889, saat van Rietschoten menemukan beberapa bagian tengkorak serta rangka manusia di daerah Tulungagung provinsi Jawa Timur.

Demikian penjelasan mengenai pesebaran Homo sapiens beserta ciri-ciri dan penemuannya. (ARH)