Konten dari Pengguna

Sejarah Candi Gunung Gangsir di Pasuruan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah candi gunung gangsir. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah candi gunung gangsir. Foto: Pexels

Sejarah candi Gunung Gangsir merupakan candi yang sangat unik karena menjadi satu-satunya candi di Jawa Timur yang menggabungkan gaya arsitektur Jawa Timur dengan bentuk dan gaya ragam hias Jawa Tengah.

Penasaran dengan sejarah candi Gunung Gangsir yang ada di Pasuruan, Jawa Timur ini? Simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini.

Sejarah Candi Gunung Gangsir

Ilustrasi sejarah candi gunung gangsir. Foto: Pexels

Candi Gunung Gangsir terletak di Dukuh Kebon Candi, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan di Provinsi Jawa Timur.

Asal dari pemberian nama candi ini memang belum diketahui pasti dan masih merupakan mitos yang dipercaya oleh penduduk sekitar yang sudah tersebar sejak dulu kala.

Gunung diyakini diambil dari kata yang sama karena bangunan candi ini dulunya dikelilingi oleh gunung. Sedangkan kata gangsir dalam bahasa Jawa artinya adalah menggali lubang di bawah permukaan tanah.

Candi ini kabarnya dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu antara abad ke-11 M. Walau diperkirakan dibangun pada masa yang lebih awal sebelum pemerintahan Singasari.

Fungsi candi Gunung Gangsir juga belum diketahui pasti, tapi diyakini oleh warga adalah untuk menghormati Nyi Sri Gati, yang juga dijuluki Mbok Randa Derma.

Mbok Randa Derma yang merupakan tokoh legenda tersebut, memiliki arti yang murah hati yang berjasa dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.

Dalam buku Candi Indonesia oleh Edi Sedyawati, dituliskan kalau candi tersebut ditempatkan dalam masa Mpu Sindok pada abad ke-10 bahkan lebih tua.

Candi Gunung Gangsir bahkan dikatakan sebagai bangunan tertua di Jawa Timur yang dibangun dengan menggunakan bata yang memperlihatkan gaya Jawa Tengahan yang murni.

Brandes dan sarjana lain, seperti Krom, Maclaine Pont, Vogler, dan Coedes menempatkan candi ini pada masa akhir Jawa Tengahan atau masa awal Jawa Timuran.

Berbeda dengan sarjana lain, seperti Parmentier dan Dumarcay, yang menempatkan candi ini pada masa Majapahit di abad ke-14 setelah memperhatikan gaya arsitekturnya.

Konon candi ini mengalami kerusakan berat akibat penjajah Jepang yang mengambil berbagai hiasan pada dinding candi untuk membiayai perang.

Demikian adalah sejarah candi Gunung Gangsir di Pasuruan, Jawa Timur, yang menarik untuk diketahui. (SP)