Sejarah Toko Merah dan Fungsinya Sejak Zaman Kolonial hingga Kini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Toko Merah menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas bersama.
Dikutip dari buku Travelicious Jakarta oleh Rini Raharjanti, Toko Merah adalah salah satu ikon Kota Tua. Toko Merah dibangun tahun 1730 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Gustaff Willem van Imhoff, sebagai tempat tinggal.
Lantas, bagaimana sejarahnya?
Sejarah Toko Merah dan Fungsinya
Toko Merah terletak di Jalan Kali Besar Barat Nomor 11, Jakarta Barat. Bangunan ini mempunyai warna dominan merah dengan model khas Tionghoa sehingga terlihat sangat berbeda dan mencolok dari berbagai bangunan di sekitarnya.
Bangunan Toko Merah merupakan bangunan tua peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1700-an. Mulanya, Toko Merah dibangun sebagai tempat tinggal Gubernur Jenderal Belanda, yaitu Gustaff Willem van Imhoff.
Seorang tokoh penting Belanda bernama Baron Van Imhoff kemudian menempati Toko Merah pertama kalinya. Bangunan Toko Merah sempat didiami hingga enam Gubernur Jenderal Belanda.
Fungsi Toko Merah di masa tersebut adalah sebagai rumah dinas Gubernur Jenderal Belanda. Pasalnya, lokasi Toko Merah berada dekat dengan Kantor Balai Kota Batavia yang kini dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.
Seiring berjalannya waktu, bangunan Toko Merah dialihfungsikan. Usai menjadi tempat tinggal Gubernur Jenderal Belanda, bangunan ini menjadi tempat perdagangan budak pada kepemimpinan Belanda sampai menjadi lokasi pelatihan angkatan laut tebaik di Batavia.
Selain itu, Toko Merah juga pernah menjadi hotel, yaitu tempat tinggal para pejabat ketika mengunjungi Batavia.
Julukan Toko Merah sendiri diberikan sejak abad ke-20 ketika bangunan ini diambil dan dibeli seorang warga berdarah Tionghoa. Saat itu, ia menjadikan bangunan Toko Merah sebagai sebuah toko untuk usaha perniagaannya.
Nama Toko Merah pun diberikan karena warna yang mendominasi bangunan tersebut. Sayangnya, kini Toko Merah ditutup dari kunjungan publik. Walau demikian, tetap banyak wisatawan yang berfoto di bagian depannya.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai sejarah Toko Merah dan fungsinya sejak zaman kolonial sampai sekarang.(LAU)
