Konten dari Pengguna

Seni Mocopatan, Kesenian Tradisional dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Seni Mocopatan merupakan Bentuk Kesenian Tradisional yang Berasal dari Daerah. Sumber: Unsplash.com/muhammad arief
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Seni Mocopatan merupakan Bentuk Kesenian Tradisional yang Berasal dari Daerah. Sumber: Unsplash.com/muhammad arief

Seni mocopatan merupakan bentuk kesenian tradisional yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mocopatan atau macapatan adalah jenis seni sastra, meskipun kesenian ini termasuk tembang (lagu) Jawa.

Masuknya mocopatan sebagai seni sastra dikarenakan mocopatan di Jawa Tengah umumnya tidak menggunakan musik. Mocopatan atau macapatan biasa dibacakan tanpa iring-iringan karena lebih mengutamakan makna dalam syairnya.

Seni Mocopatan merupakan Bentuk Kesenian Tradisional yang Berasal dari Daerah Mana?

Ilustrasi Seni Mocopatan merupakan Bentuk Kesenian Tradisional yang Berasal dari Daerah. Sumber: Unsplash.com/Fuad Najib

Macapatan atau mocopatan merupakan salah satu kesenian yang ada di Indonesia. Seni mocopatan merupakan bentuk kesenian tradisional yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Mengutip dari buku Seni Budaya Jawa dan Karawitan karya Restian, dkk. (2022: 132), macapat merupakan puisi tradisional dalam bahasa Jawa yang disusun dengan menggunakan aturan tertentu. Oleh karena itu, macapat termasuk seni sastra.

Restian, dkk. (2022: 132) menjelaskan lebih lanjut bahwa penulisan macapat mempunyai aturan dalam jumlah baris, jumlah suku kata, serta bunyi sajak akhir tiap baris. Aturan tersebut biasa dikenal sebagai guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

Keberadaan Mocopatan di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Ilustrasi Seni Mocopatan merupakan Bentuk Kesenian Tradisional yang Berasal dari Daerah. Sumber: Unsplash.com/culturetrip

Mocopatan atau macapatan di Jawa semula tidak menggunakan iringan (musik). Hal itu terjadi karena pembacaaan tembang macapat lebih menguatamakan pada makna yang terkandung di dalam syair.

Namun, seiring perkembangan zaman, banyak macapat di tanah Jawa yang menggunakan nada tertentu sebagai pengiringnya. Salah satu contoh adalah menyanyikan macapat dengan iringan gamelan sebagai alat musik tradisional.

Keberadaan macapatan masih eksis hingga saat ini. Mengutip dari laman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, kebudayaan.slemakab.go.id, macapatan Yogyakarta telah mendapat penetapan sebagai warisah budaya takbenda Indonesia.

Jika mengacu pada konvensi UNESCO di tahun 2003, kesenian macapatan Yogyakarta masuk dalam domain tradisi dan ekspresi lisan. Pengesahan terjadi melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007 tentang Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

Jadi, seni mocopatan merupakan bentuk kesenian tradisional yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kesenian tersebut termasuk jenis sastra karena memiliki fokus pada makna dan aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. (AA)