kumparan
4 Sep 2019 23:57 WIB

Ada "Becak Darat" dan "Becak Laut" di Jaringan Narkoba Internasional

SABU-SABU seberat 14 kilogram (kg) sengaja dilemparkan dari dalam mobil oleh kurir saat menjemputnya dari Pulau Bengkalis, di Bukit Batu, daratan Pulau Sumatera.
SELASAR RIAU, BENGKALIS - Berbagai upaya dan cara terus-menerus dilakukan para bandar serta pengedar, termasuk kurir memasukkan barang haram Narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi dan happy five melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di bagian timur Pulau Bengkalis.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil menggagalkan bandar dan kurir narkoba bermaksud memasukkan barang haramnya dengan jumlah besar melalui Kabupaten Siak sebanyak 30 kilogram (Kg) sabu-sabu.
Dari keterangan BNNP Riau barang haram tersebut berasal dari pelabuhan tikus di Pulau Bengkalis.
Kondisi pelabuhan tikus hampir di sepanjang Pulau Bengkalis dan Rupat sejak beberapa bulan terakhir dalam pengawasan ketat Satnarkoba Polres Bengkalis. Bahkan intensitas pengawasan mulai dari pesisir pantai Simpang Ayam hingga Sekodi di Pulau Bengkalis diawasi secara maksimal.
"Namun tetap saja pengedar jaringan narkoba internasional ini juga punya pola teroganisir dan berubah-ubah saat beraksi. Apalagi pelabuhan tikus di Pulau Bengkalis dari Simpang Ayam hingga Sekodi memang cukup panjang, pola mereka berpindah-pindah dalam menyeludupkan barang haram ini," kata Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Syahrizal kepada Selasar Riau, Rabu 4 September 2019 di ruang kerjanya.
ADVERTISEMENT
Video
Saat ini, tutur AKP Syahrizal, pola digunakan para bandar ini menggunakan pola jaringan terputus. Ada dua peranan kurir digunakan dalam pendistribusian narkoba melalui jalur internasional Selat Melaka.
"Sandi mereka menyebut kurir itu sebagai becak, ada becak laut dan becak darat. Becak laut ini melansir barang haram dari perbatasan Malaysia menuju Pulau Bengkalis. Kemudian becak darat melansir dari Pulau Bengkalis menuju daratan Sumatera," ujar Kasat.
Jaringan antara becak laut dan becak darat ini sangat banyak. Selama ini upaya dalam pemberantasan kebanyakan hanya di sebelah becak darat saja. Sementara becak laut selalu selamat dari suatu pengungkapan besar.
"Kita sendiri sudah berupaya mengungkap langsung bahkan memutus satu jaringan dengan menangkap becak daratnya. Kemudian mengembangkan hingga becak lautnya. Ini kita lakukan pada pengungkapan 7 kilogram di Rupat beberapa waktu lalu, sehingga satu jaringan bisa betul-betul habis," ungkap Syahrizal.
ADVERTISEMENT
Meskipun demikian, Kasat Narkoba mengakui, pengendali narkoba ini, tidak hanya memiliki satu jaringan saja dalam pendistribusian narkoba dari Malaysia melalui Selat Melaka.
Namun, jelaskanya, guna mengungkap seluruhnya butuh kerja keras waktu dan keterlibatan semua pihak terkait dalam pemberantasan narkoba.
Syahrizal menjelaskan saat ini pintu masuk utama narkoba di perairan Bengkalis masuk melalui perbatasan Indonesia tepatnya di daerah Boya Patah.
Di perbatasan tersebut, sekitar dua jam dari pesisir Pulau Bengkalis dan sekitar satu setengah jam dari Malaysia, dari Distrik Batu Pahat.
"Pada perbatasan ini, antara becak laut Malaysia dengan becak laut Indonesia melakukan transaksi pengambilan barang haram tersebut. Polanya becak laut menjemput barang haram menggunakan speed boat berkecepatan tinggi untuk sampai ke lokasi tersebut," ungkap Kasat Narkoba.
ADVERTISEMENT
Setelah berhasil melakukan transaksi barang haram ini dibawa ke Pulau Bengkalis biasanya dengan dua pola.
Bisa dibawa langsung oleh becak laut menggunakan speed boat atau menitipkan dengan nelayan untuk sampai ke darat.
"Menjadi kendala waktu transaksi mereka di perbatasan cenderung berubah-ubah, dan tidak menentu. Sehingga pengintaian sulit dilakukan secara maksimal di perairan," terang Kasat Narkoba.
Video
Saat ini Satnarkoba Polres Bengkalis terus melakukan upaya meminimalisir masuknya narkoba melalui Selat Melaka ini dengan melakukan patroli rutin. Di mana waktu patroli yang ditentukan secara berkala.
Selain itu pihaknya juga memasang jaringan atau mata mata sendiri dalam mengawasi pelabuhan tikus yang ada dan dicurigai sebagai pintu masuk.
"Kita juga bekerjasama dengan Polair Polres Bengkalis, dengan memanfaatkan FKPM Perairan dalam mengawasi peredaran narkoba," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Reporter: ANDRIAS
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan