Pencarian populer

Tangis Ani Yudhoyono saat SBY Cerita Bendera Demokrat Dirusak

ANI Yudhoyono menyeka air mata saat suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono bercerita bendera partai dirusak orang, Sabtu dinihari, 15 Desember 2018, di Pekanbaru, Riau.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Dampak perusakan atribut Partai Demokrat, mulai bendera, baliho hingga alat peraga lainnya pada Sabtu dinihari (15/12), menjadi semacam goncangan bagi para kadernya.

Sejumlah kader Partai Demokrat tidak mampu membendung air mata saat menyaksikan cuplikan video bendera dan spanduk Demokrat dirusak orang tidak dikenal.

Tak hanya kader partai berlambang Mercy itu, sejumlah petinggi partai juga ikut menangis. Tak terkecuali istri tercinta sang Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, yang terisak-isak di kursi bagian depan saat jumpa kader di Hotel Pangeran, Pekanbaru.

"Ibu jangan menangis, nanti kami menangis juga," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, Sabtu (15/12).

Tak lama setelah mengatakan hal itu, Hinca lantas mengambil sejumlah tisu dan menghapus air matanya yang mulai menetes. Ani Yudhoyono juga sudah menitikkan air mata. Sejak Demokrat didirikan 9 September 2001, Ani sudah terlibat dalam kepengurusan sebagai Wakil Ketua Umum, bahkan membesarkannya hingga seperti sekarang ini.

Di sampingnya, ada Ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar, juga melakukan hal sama, sesekali ia menyeka matanya yang sudah memerah.

Selain Asri, sejumlah pengurus DPD Demokrat Riau juga menangis, seperti mantan ketua DPD Demokrat Riau Achmad, Sekretaris DPD Demokrat Riau Eddy Moh Yatim, dan sejumlah kader lainnya.

Menanggapi hal tersebut, SBY kemudian mengambil mikrofon dan meminta seluruh pihak untuk saling menghormati dan saling menghargai.

"Manusia yang bijak itu saling menghormati dan saling menghargai, siapapun pemimpin di negeri ini harus arif dan bijaksana," katanya.

SBY kemudian bercerita bagaimana dirinya menghormati Presiden Jokowi yang juga berkunjung ke Riau hari ini. Ia mengalah karena Jokowi adalah Presiden.

"Saya diagendakan untuk bertemu petinggi LAM, tapi saya dapat kabar Pak Jokowi akan diberikan gelar oleh LAM, saya mengalah karena saya menghormati pemimpin yang sedang memimpin," katanya.

Menurutnya, apabila pemimpin sudah tidak saling menghormati, maka orang tersebut sudah batal sebagai pemimpin.

"Meskipun kita sedih karena ada cobaan, mari kita lanjutkan acara kita dengan khidmat hening dan khusyuk sambil minta rida Allah, semoga musibah ini bisa menjadi berkah," katanya.

Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto: Twitter/@AgusYudhoyono)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23