kumparan
17 Sep 2019 7:52 WIB

Asap Tebal dan Udara Berbahaya Sambut Jokowi Pagi Hari Ini

PRESIDEN Joko Widodo didampingi Gubernur Riau, Syamsuar dan Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Senin, 16 September 2019, pukul 18.30 WIB. (Foto: Humas BNPB)
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Asap tebal menyambut hari kedua Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Riau, Selasa pagi, 17 September 2019.
ADVERTISEMENT
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno menyatakan, jarak pandang di Pekanbaru hanya sekitar 800 meter.
Sementara itu, kualitas udara yang bisa diakses melalui laman resmi BMKG mencapai 343 mikrogram per meter kubik (µg/m3) atau melampaui nilai ambang batas (NAB) harian PM10 sebesar 150 µg/m3. Angka itu masuk dalam kategori Berbahaya.
BMKG mengukur kualitas udara dengan parameter kandungan PM10 (partikulat matter 10) yaitu partikel yang ada di udara berukuran di bawah 10 mikrogram sehingga bisa membahayakan bila terhirup oleh manusia.
Sementara itu, BMKG menyatakan terdapat 60 titik panas menyebar di Riau, 41 di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat karhutla.
Selain Pekanbaru, kabut asap pekat juga menyelimuti Pelalawan, Rengat, Dumai dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Hari ke dua kunjungan kerja presiden Joko Widodo ke Provinsi Riau diawali dengan menyelenggarakan Salat Istisqa atau salat minta hujan, Selasa pagi.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan