kumparan
19 Sep 2019 20:53 WIB

Dinkes Riau Usut Tewasnya Bayi Berusia 3 Hari Diduga Akibat Asap

Jasad bayi berumur tiga hari tanpa nama diletakkan di tengah rumah pasangan Evan Zebdrato dan Lasmyani, di Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (19/9).
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Kabar duka meninggalnya bayi berusia tiga hari mendapat perhatian banyak pihak. Apalagi bayi ini diduga meninggal dunia akibat menghirup udara terpapar asap hasil pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
ADVERTISEMENT
Menurut ayah dari bayi itu, Evan Zebdrato, anaknya sempat mengalami sesak napas, batuk-batuk, dan demam tinggi. Bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Syafira Pekanbaru, sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (18/9).
Meski pihak keluarga mengaku jika anaknya meninggal akibat kabut asap, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau belum bisa memastikan penyebab meninggalnya bayi tersebut.
"Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya apa. Sekarang kami sedang telusuri," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Riau, Yohanes, Kamis (19/9).
Dinkes Riau juga tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab meninggalnya bayi tersebut sebelum mendapatkan data akurat.
Dinkes, tuturnya, tidak ingin pernyataannya justru bisa membuat masyarakat menjadi resah.
"Kita tidak ingin apa yang kita sampaikan berbeda dengan yang terjadi di lapangan, nanti malah bisa membuat masyarakat resah. Makanya kita telusuri dulu informasi ini," ujar Yohanes.
ADVERTISEMENT
Pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek informasi meninggalnya bayi yang masih berusia tiga hari tersebut. Selain meminta keterangan pihak keluarnya, tim dari Dinkes juga akan mengecek ke rumah sakit tempat bayi tersebut dirawat sebelum meninggal dunia.
"Besoklah kami sampaikan, hari ini kita lakukan identifikasi dan investigasi dulu. Kita konfirmasi ke rumah sakit dulu, sebenarnya apa terjadi," lanjutnya.
Kemudian, jelasnya, dari pihak keluarga juga akan diminta keterangan, baru nanti dianalisa. (*)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan