news-card-video
Jakarta
imsak
subuh
terbit
dzuhur
ashar
maghrib
isya

Kala Menantu Tanam Bunga Bangkai Mekar saat Ia Sudah Meninggal Dunia

Konten Media Partner
8 Juli 2019 22:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
BUNGA bangkai mekar di halaman belakang rumah Hj Lis, Senin, 8 Juli 2019. Bunga ini ditanam menantu Hj Lis, Nurimah, dua tahun silam saat masih hidup.
zoom-in-whitePerbesar
BUNGA bangkai mekar di halaman belakang rumah Hj Lis, Senin, 8 Juli 2019. Bunga ini ditanam menantu Hj Lis, Nurimah, dua tahun silam saat masih hidup.
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, BENGKALIS - Dua tahun silam, sang menantu, Nurimah, kini sudah meninggal dunia, menanam sebuah tanaman langka di halaman belakang rumah Hj Lis, warga RT/RW 002/005, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
ADVERTISEMENT
Hj Lis sama sekali tak tahu, kenapa menantunya itu menanam bunga di bagian belakang rumahnya. Kala itu, sang menantu hanya mengatakan, bunga ia tanam merupakan tanaman langka dan masa tanamnya sangat lama untuk berbunga, layaknya bunga lainnya.
"Ape disampaikan menantu saye itu terbukti. Bunge ia tanam dua tahun lalu, Jumat pekan lalu mekar. Ternyate bunge bangkai, tapi tak ade pule bau seperti bunga bangkai lainnya," kata Hj Lis kepada SELASAR RIAU, Senin, 8 Juli 2019, dengan logat bahasa Melayunya.
Bunga bangkai yang mekar di halaman belakang rumah Hj Lis itu mengeluarkan aroma busuk berwarna merah maron (merah pekat), tinggi 30 cm dan lebar 20 cm.
HJ Lis dan dua cucunya memperlihatkan bunga bangkai yang sedang mekar, Senin, 8 Juli 2019.
"Oghang cakap, bunge ini bunge bangkai tapi tak adelah bau busuk," kata Hj Lis (64).
ADVERTISEMENT
Bunga Bangkar Mekar di Bengkalis
Nenek dua cucu ini menceritakan, bunga bangkai tersebut memang sengaja ditanam menantunya. Masa tanamnya sangat lama dan sekarang barulah mengeluarkan bunga.
"Almarhumah menantu saya (Nurimah) menanamnya. Sempat saya tanya, almarhumah mengaku tanaman ini tanaman langka atau bunga dari hutan," ujar Hj Lis.
Ia menjelaskan, bibit bunga bangkai tersebut ditanam di halaman belakang, karena tanahnya lebih tinggi dibandingkan halaman depan serta terhindar dari banjir.
Hj Lis menyadari kalau bunga ditaman sejak dua tahun belakangan ini baru mengeluarkan bunganya, Jumat, 5 Juli 2019 silam.
"Awalnya berbentuk jantung pisang. Seingat saya hari Jumat kemarinlah bunganya menjadi mekar (mengembang) dan sejak itu banyak berdatangan hanya untuk sekadar melihat bunga ini," ungkapnya.
BUNGA bangkai sedang mekar di halaman belakang rumah Hj Lis, warga Desa Senggoro, Bengkalis.
Sepengetahuannya, tanaman sedang mekar itu merupakan bunga bangkai dan beracun. Maka ia mengambil inisiatif engelilingi tanaman tersebut dengan tali rapia (plastik).
ADVERTISEMENT
"Katanya tanaman beracun, saya khawatir lalu saya pagar dengan tali agar tidak disentuh oleh anak anak," ujar nenek ini dengan rona wajah khawatirnya.
Mekarnya bunga bangkai ini membuat ibu seorang anak dan nenek dua cucu ini mengakui tidak ada firasat apapun. Pasalnya, bunga itu memang sengaja ditanam dan kini barulah mengeluarkan bunga.
"Tidak ada firasat apa apa, karena memang dulunya ditanam. Dan sejak ditaman hampir empat tahun silam, barulah sekarang berbunga," pungkasnya.