User Story

Kapitra Ampera: SBY Salah karena Datang Bersamaan Waktu dengan Jokowi

Kapitra Ampera: SBY Salah karena Datang Bersamaan Waktu dengan Jokowi

Selasar Riau

Minggu 16 Desember 2018 - 9:08

  
Foto: Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dengan atribut partai yang dirusak orang.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) Partai Demokrat membuat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono berang.
Sayangnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), merasa tudingan perusakan tersebut mengarah ke Partai Banteng Moncong Putih tersebut.
Pasalnya, di hari bersamaan, Sabtu (15/12), Presiden Joko Widodo juga melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau.
PDI Perjuangan pun kemudian membantah telah terlibat dalam perusakan atribut Demokrat.
"PDIP tidak punya masalah dengan SBY. Kami tahu SBY adalah bekas pembantu ketua umum kami (Megawati)," kata Politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera, Sabtu malam (15/12).
Pernyataan Kapitra tersebut menanggapi insiden perusakan ratusan atribut Demokrat sepanjang jalan protokol, Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Perusakan tersebut kemudian membuat miris dan kecewa SBY. Ia langsung turun melihat kondisi ratusan atribut partai berlambang Mercy itu rusak parah.
Sementara atribut partai pendukung pemerintah yang pada hari yang sama juga bertebaran untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, justru dalam kondisi baik.
Meski mengaku sudah menemukan otak di balik perusakan bendera partainya, SBY tidak pernah menyebut identitas pelaku dengan jelas, dan memilih menyerahkan kasus itu ke Polisi.
Namun belakangan, sebuah video penangkapan terduga pelaku perusakan viral di media sosial. Dalam video amatir itu, terlihat seorang pria ditangkap dan diinterogasi warga.
Pria itu mengaku telah merusak atribut kampanye yang disuruh oleh partisan PDIP, bernama Budi. Tak berselang lama, Kapitra langsung menggelar konferensi pers pada Sabtu malam (15/12) dan membantah keterlibatan PDIP.
"Bagi kami adalah politik santun, etika, dan martabat, itu tidak dengan omongan, tapi dengan praktik sehari-hari," ujar Kapitra.
Justru, Kapitra menyebut SBY lah yang tidak santun, dan tidak beretika karena datang bersamaan dengan kedatangan Jokowi ke Pekanbaru.
"SBY harus punya jiwa besar, kalau ingin datang ke sini, dipercepat atau undur, supaya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan," katanya.

SBY melihat Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto:Twitter/@AgusYudhoyono)


Baca Lainnya

Sandi Sangat Setuju Tak Ada Lagi Kisi-kisi Debat Pilpres

kumparanNEWS

3 Mobil Terlibat Kecelakaan di Tol Medan-Tebing Tinggi, 1 Orang Tewas

Sumut News

38 Pengungsi Tsunami Palu Keracunan Nasi Bungkus

kumparanNEWS

Lagu Diklaim Ciptaan Orang Lain, Band Asal Sukabumi Ini Belum Pikirkan

Sukabumi Update

Risma Ingin Underpass Mayjen Sungkono, Surabaya, Rampung Maret 2019

kumparanNEWS

Golkar Gelontorkan Rp 100 Juta untuk 2 Juta Bendera dan 1 Juta Kaus

Sukabumi Update

Tak Berdokumen Lengkap, 51 TKA China Diminta Tinggalkan Aceh

kumparanNEWS

Talut Ambrol, 2 Rumah di Brebes Terancam Terseret Tanah Longsor

PanturaPost

Polisi Amankan 33 Terapis dari 6 Panti Pijat Plus-plus di Kediri

kumparanNEWS

Warga Surabaya Ditemukan Tewas di Gunungkidul

Tugu Jogja
Kembali ke Awal