News
·
5 Agustus 2019 16:56

Paparan Asap Kebakaran Hutan Makin Merisaukan, Kenali Tanda-tanda ISPA

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Paparan Asap Kebakaran Hutan Makin Merisaukan, Kenali Tanda-tanda ISPA (153367)
Warga menerima pembagian masker saat kabut asap pembakaran lahan dan hutan terjadi di Riau.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Selama sebulan terakhir, paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau semakin mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, warga di 7 dari 12 kabupaten dan kota sudah terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hingga 3 Agustus 2019, tercatat sudah ada 7.296 warga yang terpapar ISPA.
Lalu, seperti apa ciri-ciri seseorang terkena ISPA?
Dokter Spesialis Paru-paru di RSUD Arifin Achmad, dr. Indra Yovi, Sp. P, menjelaskan bahwa tanda-tanda seseorang sudah terpapar ISPA bisa dilihat dari gejala batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan, serta sesak nafas yang dialaminya.
"Terkait kabut asap ini memang bisa menyebabkan ISPA, gejalanya itu batuk (dan) pilek, demam, nyeri tenggorokan, dan mengalami sesak napas," kata Indra, Senin (5/8).
ISPA, tuturnya, lebih rentan menyerang kelompok umur balita, lansia, dan ibu hamil. Ia menganjurkan untuk mereka yang rentan tersebut agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat Riau diharapkan bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan mengingat kondisi udara yang terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," imbaunya.
Sejak sepekan terakhir, berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) di udara Pekanbaru sudah masuk kategori 'sedang' atau kuning.
PM10 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer) dengan Nilai Ambang Batas (NAB) atau batas konsentrasi polusi udara diperbolehkan berada dalam udara ambien 150 µgram/m3.
Menurutnya, apabila terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, warga diminta mengenakan peralatan antisipatif, seperti memakai masker. Pasalnya, kabut asap tingkat sedang sudah membahayakan saluran pernapasan.
"Kabut asap masih kategori sedang, saluran napas, dan mata berbahaya. Untuk mengantisipasinya dengan mengenakan masker," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian, masyarakat juga diimbau banyak-banyak meminum air putih guna menjaga kondisi tenggorokan yang kering akibat terpapar kabut asap.
"Harus minum air putih banyak, karena air putih bisa melembabkan tenggorokan yang sebelumnya kering karena kabut asap," tutupnya.
Laporan: HASBULLAH TANJUNG