kumparan
KONTEN PUBLISHER
9 November 2019 20:12

Bullying Terjadi Saat Ada Guru, Pihak SMP di Pekanbaru Dianggap Lalai

Untitled Image
F, siswa SMP di Pekanbaru alami patah hidung usai di-bully atau dirundung oleh teman sekelasnya, Selasa (5/11). Ia kini masih jalani rawat inap di RS Awal Bros Pekanbaru
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Assegaf, menilai SMPN 38 Pekanbaru 'kecolongan' membiarkan terjadinya bullying atau perundungan terhadap siswanya.
ADVERTISEMENT
Kecolongan dimaksud politisi Partai Demokrat ini, kejadian terjadi di dalam kelas, dan ada guru ketika peristiwa mengakibatkan korban F alami patah hidung dan luka-luka di kepalanya.
"Itu kejadiannya di dalam kelas, belajar-mengajar pula. Ini kelalaian, sangat kita sayangkan," ujar Azwendi, Sabtu (9/11).
Sekolah, tuturnya, bertanggung jawab atas keselamatan siswanya selama di sekolah. Pihak sekolah harus selalu memantau semua pelajarnya.
"Sekolah harus lebih bijak dalam memantau perkembangan anak-anak didiknya, bagi anak yang nakal harus diberi sanksi yang membuat jera, kalau perlu dikeluarkan dari sekolah," tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan ketegasan sekolah. Alasannya, sekolah membiarkan guru memainkan ponselnya di tengah kegiatan belajar-mengajar hingga tak memperhatikan situasi kelas.
Dengan peristiwa bullying seperti ini, DPRD Pekanbaru meminta sekolah mengusut tuntas kejadian memalukan ini dengan memfasilitasi semua pihak untuk bertemu.
ADVERTISEMENT
Kalau tak selesai di sekolah, Wendi memastikan selaku wakil rakyat akan memanggil sekolah maupun Dinas Pendidikan.
"Ya tentu. Kita kan punya fungsi pengawasan, kita pasti akan memanggil semuanya, ini tidak bisa dibiarkan," tutupnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan