News
·
11 Oktober 2020 22:25

Jelang Deklarasi, Muncul Penolakan KAMI di Riau oleh Pemuda

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Jelang Deklarasi, Muncul Penolakan KAMI di Riau oleh Pemuda (50032)
KONFERENSI pers penolakan Deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) Riau, pekan ini oleh Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Jelang Deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) Riau, Jumat (16/10/2020), muncul perlawanan dan penolakan.
ADVERTISEMENT
Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai menolak deklarasi KAMI dengan alasan berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di masyarakat Riau.
"Masyarakat tidak mau lagi dibodohi oleh tokoh-tokoh haus akan jabatan seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan kawan-kawan berkedok demokrasi dan kebebasan berpendapat," jelas Ketua Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai, Fandi, Minggu (11/10/2020), dalam konferensi pers di Pekanbaru.
Aliansi ini terdiri dari pemuda-pemudi berlatar belakang organisasi, daerah, dan kampus yang berbeda.
Fandi mengkritik pernyataan Gatot Nurmantyo terhadap Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid menuduh keduanya sebagai anggota PKI.
"Gatot Nurmantyo telah menuduh Yunus Yosfiah dan Gus Dur sebagai PKI. Padahal keduanya sosok negarawan telah berkiprah membangun Indonesia pasca-Reformasi. Pernyataan Gatot Nurmantyo hoax dan provokasi sangat melukai hati kami generasi muda Indonesia," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam Konferensi Pers, Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai menyampaikan sembilan poin penolakan Deklarasi KAMI ataupun kehadirannya di Riau, yaitu;
1. Menolak deklarasi ataupun kehadiran KAMI di Riau karena dikuatirkan dapat memecah-belah masyarakat Riau yang saat ini sedang berjuang bersama melawan Covid-19
2. Mengecam keras provokasi yang dilakukan oleh para tokoh KAMI terkait persoalan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dengan sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan pemerintah.
3. Mengutuk keras pernyataan Gatot Nurmantyo yang telah menuduh Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah dan mantan Presiden Gus Dur sebagai PKI. Padahal Bapak Yunus Yosfiah dan Gus Dur adalah sosok negarawan yang telah berkiprah membangun Indonesia pasca reformasi. Pernyataan Gatot Nurmantyo ini sangat melukai hati kami generasi muda Indonesia.
ADVERTISEMENT
4. Gatot Nurmantyo dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia telah dengan sengaja menyebarkan isu kebangkitan PKI yang tidak bisa mereka buktikan untuk menyebarkan ketakutan dan menimbulkan rasa saling tidak percaya di tengah masyarakat.
5. Mendesak aparat Kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap setiap aktivitas KAMI di Riau. Aktivitas KAMI adalah gerakan politik praktis yang diduga berusaha menjatuhkan pemerintah dengan bungkus gerakan moral dan ingin mendorong Gatot Nurmantyo sebagai calon Presiden 2024.
6. Riau dengan Budaya Melayu dan Kemajemukan masyarakatnya yang cinta damai juga sangat bertolak belakang dengan watak tokoh KAMI yang dalam beberapa pernyataannya justru menebarkan Hoax dan kebencian.
7. Meminta semua kepala daerah di provinsi Riau untuk dengan tegas melakukan penolakan terhadap kehadiran KAMI di setiap kabupaten/kota di provinsi Riau.
ADVERTISEMENT
8. Mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk tetap mengedepankan persatuan, menjaga kondusifitas, serta menolak gerakan - gerakan politik yang memecah belah persatuan dan kebhinekaan.
9. Meminta pemerintah dan semua elemen masyarakat agar dapat bersatu-padu serta membangun kepercayaan dan gotong-royong dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.
"Bila nantinya KAMI tetap hadir di Riau dalam bentuk apapun, Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai akan mengusir secara paksa," pungkas Fandi saat menutup Konferensi Pers.