kumparan
KONTEN PUBLISHER
12 November 2019 22:50

Kak Seto Sesalkan Pembiaran Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru

Kak Seto Kunjungi MF alias F.jpg
PEMERHATI anak, Kak Seto saat menjenguk MF alias F, korban bullying diikuti tindakan kekerasan di rumahnya, Selasa, 12 November 2019.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pemerhati anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, menyesalkan pihak sekolah, SMPN 38 Pekanbaru yang melakukan pembiaran hingga F harus alami bullying atau perundungan oleh teman-temannya.
ADVERTISEMENT
Menurut Kak Seto, sudah beberapa kali F mengalami perundungan dari teman-temannya. Bahkan, menurutnya, F mengaku sempat ingin pindah sekolah karena tidak tahan dengan tindakan diterimanya itu.
"Menurut korban sudah berkali-kali (mengalami bullying) hingga korban ingin pindah sekolah. Artinya ada pembiaran. Sebelum viral, tidak ada kepedulian," kata Kak Seto usai melihat langsung kondisi F di Pekanbaru, Selasa (12/11).
Kak Seto menilai, dengan adanya kasus perundungan terhadap F, pihak sekolah telah lalai karena melakukan pembiaran atas kasus ini. "Kami sesalkan adalah memang pihak sekolah melakukan pembiaran," ujarnya.
Kak Seto juga menyayangkan sikap sang guru yang ada saat kejadian ini terjadi. Mengingat insiden ini terjadi saat proses belajar mengajar.
Seharusnya, kata mantan Ketua KPAI ini, guru selain menjadi tenaga pendidik juga pelindung anak didiknya. Kasus itu, akan segera dilaporkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, guna menghindari insiden serupa terulang, Kak Seto mengatakan akan menemui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau pada Rabu (13/11). Pertemuan itu untuk mengetahui seberapa jauh pengawasan terhadap sekolah dari aksi Bullying.
"Sangat kami sesalkan sebagai pendidik harus berikan contoh. Harus ada tindakan cepat. Kami akan sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan, guru banyak tidak menyadari amanat undang-undang perlindungan anak," ujarnya.
Selain pengawasan, Kak Seto juga mengatakan pertemuannya akan membahas keberadaan Satgas Anti Perundungan.
"Kami akan koordinasi dengan Disdik Riau dan Pekanbaru seberapa jauh pengawasan terhadap sekolah ini maupun yang lain karena undang-undang perlindungan anak, setiap anak wajib dilindungi dari kekerasan di lingkungan sekolah. Tidak ada pembenaran perundungan," tegasnya.
ADVERTISEMENT
F telah mendapatkan tindakan kekerasan dari rekan sekolahnya sejak lima bulan terakhir. Tulang hidung F mengalami patah dan luka di bagian kepala. Perbuatan tersebut dilakukan oleh tiga teman sekelasnya saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, Selasa (5/11).
Sementara itu, kondisi F hari ini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit tampak masih lemah. Perban di kepalanya juga masih belum dilepas. F juga terlihat masih sangat trauma dengan kejadian dialaminya tersebut.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan