Kuasa Hukum Dekan Fisip Unri: Kami Tunggu di Pengadilan Pembuktiannya

Konten Media Partner
22 November 2021 16:57
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
DODI FERNANDO, kuasa hukum tersangka dugaan kasus pelecehan seksual, Syafri Harto.
zoom-in-whitePerbesar
DODI FERNANDO, kuasa hukum tersangka dugaan kasus pelecehan seksual, Syafri Harto.
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Dodi Fernando, kuasa hukum tersangka dugaan pelecehan seksual, Syafri Harto, sangat yakin kalau kliennya tidak terbukti bersalah atas apa yang dituduhkan terhadap Dekan FISIP Universitas Riau (Unri) tersebut.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, Dodi Fernando bahkan sangat yakin 100 persen kalau ia mampu membebaskan Syafri Harto dari segala jeratan disangkakan oleh aparat penegak hukum di persidangan nanti.
"Kami menunggu perkara ini disidangkan di pengadilan. Di sana saya yakin 100 persen dapat membuktikan kalau klien kami tidak bersalah," ungkap Dodi Fernando, Senin (22/11/2021).
Saat ditanyakan mengenai penetapan tersangka kliennya, Dodi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Itu, tuturnya, kewenangan penyidik.
"Perihal status Syafri Harto sebagai tersangka, itu wewenang penyidik. Pak Syafri Harto akan bersikap kooperatif," tegasnya.
Bagi Dodi, ini awal dari proses hukum dan keputusan tetap ada di pengadilan.
"Mari kita tunggu saja apa keputusan pengadilan membuktikan kalau Syafri Harto tidak bersalah dan tidak pernah melakukan seperti dituduhkan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) YLBHI Pekanbaru menunggu keberanian jaksa dalam mengungkap fakta pelecehan seksual di lingkungan kampus Universitas Riau.
Pasalnya, penyidik Polda Riau telah menetapkan Syafri Harto dari saksi menjadi tersangka dugaan tindak pidana perbuatan cabul.
"Harapan kita setelah pihak kepolisian menetapkan SH sebagai tersangka, ada proses pelimpahan berkas kepada pengadilan," ujar kuasa hukum penyintas dugaan pelecehan seksual mahasiswi Unri, Rian Sibarani.
Ia berharap, jaksa berani mengungkapkan kasus dugaan pelecehan seksual ini.
"Kita tunggu keberanian jaksa mulai dari pelimpahan berkas dari Polda Riau hingga adanya P21," pungkasnya.
Laporan: DEFRI CANDRA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020