News
·
9 Januari 2021 17:45

Pejabat dan Tokoh Masyarakat Kuansing Tolak Divaksin Pertama

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Pejabat dan Tokoh Masyarakat Kuansing Tolak Divaksin Pertama  (84895)
PETUGAS mendorong paket berisikan Vaksin Virus Corona yang baru tiba di Pekanbaru, Selasa (5/1/2021).
SELASAR RIAU, TELUK KUANTAN - Pejabat Pemerintah, tokoh masyarakat serta tokoh agama di Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing), Riau, masih menolak pertama kali disuntik vaksin Virus Corona jenis Sinovac.
ADVERTISEMENT
Akibat penolakan tersebut, hingga kini, Sabtu (9/1/2021), Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing, belum mengirim 10 nama yang diminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
"Belum tahu masih tolak-menolak. Apa diminta Provinsi (Riau) itu 10 nama mulai pejabat daerah hingga tokoh masyarakat (belum diperoleha)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kuansing, Helmi Ruspandi.
Dinkes, tuturnya, sudah mencoba mencari 10 orang seperti diminta Pemprov Riau untuk ikut divaksin secara perdana pekan depan, Kamis (14/1/2021).
Namun, khusus pejabat daerah mulai Bupati Mursini, Wakil Bupati Halim, hingga Ketua DPRD Kuansing, belum ada satupun bersedia divaksin.
"Hingga kini kita belum dapat siapa nanti akan divaksinasi secara perdana. Syarat boleh divaksin itu berusia mulai 18 hingga 59 tahun," katanya.
ADVERTISEMENT
Apabila tidak ada, tutur Helmi, Dinkes akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Riau. "Seandainya tidak ada yang mau, akan kita koordinasi dengan Pemprov bagaimana caranya," katanya.
Kemudian untuk proses simulasi, rencananya akan digelar pada 14-15 Januari 2021. "Sebelum simulasi akan ada pelatihan bagi petugas kita," katanya.
Helmi menjelaskan, untuk jumlah vaksin nantinya langsung Pemprov Riau mengirim ke Kuansing. "Jadi tidak diminta, tapi Provinsi langsung mendrop. Berapa jumlahnya kita belum tahu," pungkasnya.
Pemprov Tertawa
Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi, kaget masih ada pejabat dan tokoh masyarakat di daerah tolak-menolak untuk diajukan namanya menjadi penerima pertama vaksinasi.
Menurut Indra Yovi, seharusnya pejabat dan tokoh masyarakat di daerah memberikan keyakinan serta memotivasi masyarakat tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19
ADVERTISEMENT
"Saling tolak gimana? Kalau itu saya gak tau, karena saya belum dapat datanya, belum sama sekali, makanya saya sambil ketawa aja," kata dr Indra Yovi.
Ia menjelaskan, seharusnya jangan takut, nanti sebelum divaksin dokter akan mengecek kondisi kesehatan.
"Ya kalau saya arahannya, jangan takutlah harusnya. Dipastikan kondisi kesehatan aman dulu, kan nanti sebelum disuntik kan dokter memeriksa," tegasnya.
Indra Yovi menuturkan, selanjutnya apakah layak atau tidak. "Jangan sampai kemasyarakatannya jadi khawatir, kalau ada ocehan seperti itu."
"Kita harusnya memberitahu kepada masyarakat, menyakinkan masyarakat, dan memotivasi masyarakat, bukan sebaliknya seperti itu," pungkasnya.
Laporan: ROBI SUSANTO/WAYAN SEPIYANA