Pelecehan Seksual di Unri: Irjen Kemendikbud Janji Non Aktifkan Dekan FISIP

Konten Media Partner
15 Desember 2021 19:55
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pelecehan Seksual di Unri: Irjen Kemendikbud Janji Non Aktifkan Dekan FISIP  (33948)
zoom-in-whitePerbesar
INSPEKTUR Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud), Chatarina Muliana Girsang (kiri) bersama Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi, Selasa (15/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/BAGUS PRIBADI)
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud), Chatarina Muliana Girsang, berjanji segera akan menonaktifkan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual dilakukan Dekan FISIP Universitas Riau (Unri), Syafri Harto.
ADVERTISEMENT
Penegasan ini disampaikan Chatarina Muliana Ginting saat mengunjungi Unri guna menyelesaikan kasus telah viral di Indonesia tersebut.
Ia menegaskan, penonaktifan Syafri Harto merupakan bagian dari mekanisme pembentukan Satgas Adhoc nantinya.
“Mudah-mudahan bisa dinonaktifkan karena ini berkaitan dengan pemeriksaan. Intinya, jangan sampai tersangka mengulangi perbuatannya, mempengaruhi psikis korban, mempengaruhi saksi-saksi dengan menyalahgunakan jabatannya,” ungkap Chatarina, Selasa (15/12/2021).
Menurut Chatarina, pembentukan Satgas Adhoc jadi pintu masuk menonaktifkan Syafri Harto.
“Kami beri waktu Unri untuk membentuk Tim Satgas Adhoc selama satu minggu. Besok ditandatangani, dan lusa Satgasnya sudah bisa dibentuk," tegasnya.
Ia mengaku diarahkan Mendikbud Nadiem Makarim untuk memantau proses penanganan kasus dengan tidak berpihak, baik kepada korban maupun tersangka pelaku.
ADVERTISEMENT
Satu-satunya keberpihakannya dalam kasus penanganan kekerasan seksual yakni kebenaran.
“Kami hanya berpihak pada kebenaran. Saya tegaskan juga kepada civitas akademika di Unri untuk memperhatikan korban dan tidak hanya berpihak pada pelaku,” akunya.
Di saat bersamaan, Aras Mulyadi yang tepat berdiri di sisi kiri Chatarina mengaminkan perkataan Itjen Kemendikbud itu. Aras mengaminkan akan membentuk tim satgas adhoc dalam waktu satu minggu.
“Iya pasti, semua ada prosesnya,” timpal Aras.
Sayangnya, meski berada di situ bersama rombongan Itjen Kemendikbud dan di hadapan mahasiswa, Aras menolak untuk dimintai keterangan lebih lanjut upaya apa yang hendak dilakukannya.
“Ini ada juru bicara saya,” katanya menunjuk seorang pria di sampingnya dan langsung berjalan memasuki Gedung Rektorat Unri.
ADVERTISEMENT
Sementara pria yang ditunjuknya pun enggan memberikan tanggapan. “Tadi kan sudah ya sama Ibu Itjen. Sudah lengkap itu,” katanya mengelak sembari mengikuti Aras masuk ke Rektorat.
Laporan: BAGUS PRIBADI
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020