News
·
4 Oktober 2020 22:35

Pemprov Riau Untung Jalankan Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Pemprov Riau Untung Jalankan Program Pemutihan Pajak Kendaraan (10897)
WARGA Pekanbaru saat mengantre bayar pajak kendaraan bermotor di Samsat sebelum COVID-19 terjadi.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau telah menghapuskan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang menunggak sebanyak Rp 20 miliar.
ADVERTISEMENT
Jumlah diputihkan tersebut merupakan program pemutihan denda PKB diberlakukan mulai 1-30 September 2020.
Selain pemutihan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau juga mencatat jumlah pokok masuk ke kas daerah selama program pemutihan berlangsung mencapai Rp 57,6 miliar.
Pendapatan ini didapatkan selain dari pokok pajak, juga dari pembayaran pajak bea balik nama kendaraan (BBN KB).
Selama program pemutihan ini berlangsung, ada potongan atau diskon 50 persen.
Kepala Bapenda Riau, Herman, Minggu (4/10/2020), mengatakan, program pemutihan ini sudah dua kali diberlakukan selama tahun 2020 ini.
Pertama diberlakukan Maret hingga Mei, kemudian keduakalinya selama sebulan penuh, September 2020 ini.
"Setelah kami laporkan ke Pak Gubernur, melihat kondisi kita saat ini, maka kita sepakati memperpanjang program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor ini hingga 15 Desember 2020," kata Kepala Bapenda, Herman.
ADVERTISEMENT
Kebijakan memperpanjang pemutihan denda pajak kendaraan bermotor ini dilakukan mengingat saat ini Pandemi COVUD-19 di Riau masih terus berlangsung.
Disamping itu, juga tingginya antusias wajib pajak membayarkan pajaknya pada program pemutihan denda pajak ini berlangsung.
Dengan diperpanjangnya masa pemutihan denda pajak kendaraan bermotor ini, jelas Herman, Bapenda Riau mengimbau agar wajib pajak yang menunggak memanfaatkan program ini.
Selama program ini berjalan, bagi pemilik kendaraan yang pajak kendaraanya menunggak, dendanya dihapuskan.
"Jadi masyarakat cukup membayarkan pokok pajaknya saja, dendanya kita hapuskan," ujarnya. (*)