Pria yang Dibakar Pasutri dalam Pikap Demi Klaim Asuransi di Riau Bukan ODGJ

Konten Media Partner
8 November 2022 13:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Autopsi ulang terhadap jasad korban yang dibakar dalam mobil pikap di Kabupaten Bengkalis, Riau. (Dok. Polres Bengkalis)
zoom-in-whitePerbesar
Autopsi ulang terhadap jasad korban yang dibakar dalam mobil pikap di Kabupaten Bengkalis, Riau. (Dok. Polres Bengkalis)
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Identitas jasad pria yang ditemukan terbakar di dalam mobil pikap BM 8418 DM di pinggir Jalan Aripin, Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, akhirnya terungkap.
ADVERTISEMENT
Jasad tersebut bernama Ilham (22). Sebelumnya disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, belakangan terungkap bahwa korban bukan ODGJ.
Pihak keluarga menyebut korban mengalami keterbelakangan mental. Korban disebut sudah tidak pulang dalam beberapa hari sebelum ditemukan tewas terbakar di dalam mobil pikap.
"Saya mohon agar para pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya karena telah membunuh anak saya," ujar pihak keluarga korban.
"Terima kasih Pak Kapolres sudah mengungkapkan kasus ini, saya mohon agar pelaku mendapatkan balasan setimpal atas perbuatan tidak manusiawi ini," pungkasnya.
Kapolsek Pinggir, Kompol Ade Zaldi, mengaku prihatin atas apa yang menimpa keluarga korban, lalu memberikan santunan.
"Ini mungkin tidak akan menghilangkan duka keluarga korban, tapi ini sebagai bentuk kepedulian polisi kepada masyarakat," ujar AKP Ade Zaldi, Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil autopsi ditemukan 55 persen luka bakar pada tubuh korban, tidak ditemukan jelaga pada saluran napas serta kerongkongan korban. Kemudian, ditemukan patah tulang dasar otak dan tulang dada akibat kekerasan tumpul.
Hasil autopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat kekerasan benda tumpul di daerah kepala yang menyebabkan patah tulang dasar otak. Korban dibakar di dalam pikap saat sudah meninggal dunia.
"Hasil dari autopsi ini akan kami gunakan untuk melengkapi berkas perkara. Secepatnya kami akan kirim berkas ke Kejaksaan Bengkalis," pungkasnya.
Korban dihabisi pelaku yang kini sudah ditangkap polisi. Pelaku adalah Hendra, merekayasa kematiannya dengan jasad korban untuk mendapatkan klaim asuransi jiwa senilai Rp150 juta.
Saat ini Hendra terancam Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHpidana atas dugaan pembunuhan berencana. Hendra terancam hukuman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.
ADVERTISEMENT
LAPORAN: DEFRI CANDRA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020