Semakin Pedas, Harga Cabai Merah di Pekanbaru Sentuh Rp 100 Ribu per Kg

Konten Media Partner
13 Juni 2022 19:25
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
CABAI merah di Pekanbaru.
zoom-in-whitePerbesar
CABAI merah di Pekanbaru.
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Perlahan namun pasti, harga cabai merah pada pasar-pasar di Pekanbaru awal pekan ini mulai menyentuh angka Rp 100 ribu per Kilogram.
ADVERTISEMENT
Atik, pedagang makanan di Jalan Cempedak, Pekanbaru, mengeluhkan harga-harga bahan pokok meroket naik. Ia mengatakan, ini tak ada kaitannya jelang Idul Adha, maupun lainnya.
"Tadi saja saya beli cabai merah itu seperempat Rp 25 ribu atau per Kg capai Rp 100 ribu. Cabai setan ini saja berat serupa sudah Rp 26 ribu. Tak ada kaitannya dengan jelang Idul Adha," jelas Atik, Senin (13/6/2022).
Lia, ibu rumah tangga lainnya mengaku gusar dan kewalahan akibat kenaikan cabai merah tersebut.
"Dah lama tak ke pasar. Tak tahunya harga pada naik. Pusing tak sanggup keluarkan duit. Cabai Rp 80 ribu/kg, bahkan ada Rp 100 ribu/kg, bawang Rp 60 ribu/kg. Bukan itu aja telur naik, sayur naik, ayam pun naik." ujar Lia.
ADVERTISEMENT
Melihat kondisi ini, Lia khawatir harga ini akan terus mengalami kenaikan apalagi mendekati lebaran Idul Adha nanti.
"Biasanya momen lebaran pasti pada naik. Tapi asli kali ini naiknya udah parah kali. Tak sanggup buat menstok," tuturnya.
Lia meminta pemerintah dan dinas-dinas terkait di Provinsi Riau untuk segera menindaklanjuti permsalahan ini.
"Tolonglah ini solusinya apa. Secepatmya diselesaikan. Emak-emak udah pada meradang, ngambek tak mau ke pasar," tukasnya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, mengaku saat ini harga sembako, khususnya cabai di bumi Lancang Kuning memang cukup tinggi.
Kepala Dinas Disperindagkop UKM Provinsi Riau, M Taufiq OH, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Lisda Erni mengatakan, tingginya harga cabai di Riau disebabkan pasokan cabai dari Jawa tidak ada masuk.
ADVERTISEMENT
"Cabai kita sekarang yang masuk hanya dari Bukittinggi. Cabai Bukittinggi di hari-hari biasa saja harganya lebih tinggi dari cabai asal manapun. Harga cabai Bukitinggi saat ini Rp 75 ribu hingga Rp 80.000 per kilogram. Sedangkan cabai Jawa tidak ada di pasar," kata Lisda.
Lisda menyampaikan alasan tidak masuknya cabai Jawa di Riau, karena dipengaruhi panen cabai akibat iklim saat ini.
"Jadi cabai Jawa tidak masuk ke Sumatera itu, karena ketersediaan cabai di sana saja tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di Jawa. Itu karena adanya gagal panen akibat iklim saat ini," terangnya.
Lanjut Lisda, cabai dari Bukittinggi yang biasa harganya tinggi dari cabai lainnya, saat ini mahal karena permintaan tinggi.
ADVERTISEMENT
"Tentu ini perlu dilakukan pengawasan oleh Satgas Pangan agar jangan ada permainan harga cabai," tutupnya.
Laporan: HASLINDA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020