kumparan
KONTEN PUBLISHER
11 November 2019 21:38

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully 3 Teman: Kepala Dibenturkan ke Paha

Untitled Image
F, siswa SMP di Pekanbaru alami patah hidung usai di-bully atau dirundung oleh teman sekelasnya, Selasa (5/11). Ia kini masih jalani rawat inap di RS Awal Bros Pekanbaru
SELASAR RIAU, PEKANBARU- F, siswa SMPN 38 Pekanbaru, harus menjalani operasi usai hidungnya patah dan kepalanya terluka akibat dirundung atau di-bully teman-teman sekelasnya. F diduga mendapatkan kekerasan dari tiga temannya pada Selasa (5/11) lalu.
ADVERTISEMENT
Menurut Kapolresta Pekanbaru, AKBP Nandang Mukmin Wijaya, ketiga teman korban, yakni R (14), MP (16), dan KR (14) masih berstatus sebagai terlapor. Sejauh ini, kata Nandang, polisi telah memeriksa lima saksi dalam kasus ini.
"Kita sudah minta keterangan ahli terkait visum. Juga sudah minta keterangan dari sekolah, guru maupun kepala sekolah. Ada sekitar lima saksi," kata Nandang kepada Selasar Riau Senin (11/11).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Nandang, F di-bully ketiga temannya saat jam belajar mengajar, yaitu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat insiden terjadi, ada seorang guru yang juga berada di dalam ruang kelas itu.
Akan tetapi, guru tersebut tengah memegang ponsel mencari materi belajar sehingga tidak terlalu mengawasi kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
"Keterangan sementara guru di dalam kelas. Memang saat itu lagi sedang mencari soal dan tugas dalam "hp". Jadi tidak perhatikan langsung kejadian itu. Karena dianggap memang anak-anak didik bercanda, namun kejadian begitu cepat sehingga terjadi kekerasan begitu," jelasnya.
Lebih lanjut Nandang bilang, para pelaku diduga memukul korban dengan menggunakan bingkai foto. Selanjutnya, kepala korban dibenturkan ke kaki bagian paha hingga mengalami luka cukup serius serta patahnya tulang hidung korban.
Usai hidungnya berdarah dan patah, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Awal Bros, Sudirman, Pekanbaru.
Menurut Nandang, saat ini kondisi korban mulai membaik dalam tahap pemulihan. Korban juga sudah diperbolehkan pulang oleh tim dokter.
ADVERTISEMENT
Meski kondisi korban membaik, Nandang menegaskan, proses hukum akan terus berlanjut. Seperti hari ini, Satreskrim Polresta Pekanbaru yang menangani perkara tersebut mengagendakan pemeriksaan dari pihak sekolah.
"(Hari ini pihak sekolah) sudah dipanggil tapi tampaknya belum memenuhi panggilan," ujarnya.
Ilustrasi perundungan
Korban perundungan Foto: Wokandapix
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan