Andre Cassimiro, Pemerkosa yang Meneror Lansia di Kota Juiz de Fora

"Hanya ada satu kebenaran yang pasti," Conan Edogawa
Tulisan dari Selidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota Juiz de Fora di Brazil mendapatkan teror sekitar tahun 1995 hingga 1996. Pasalnya, polisi belum juga menemukan pembunuh berantai yang masih berkeliaran di kota tersebut. Ketakutan tersebut merujuk pada wanita-wanita berusia lansia. Pembunuh berantai tersebut bernama Andre Cassimiro.
Dari laporan polisi ia bertanggung jawab atas pembunuhan lima wanita lansia antar umur 58 hingga 77 tahun dan seorang jalan. Semua korban disiksa, dicekik dengan kabel listrik dan beberapa diperkosa.
"Saya memasuki rumah untuk merampok mereka, tetapi akhirnya membunuh mereka. Pada saat-saat itu saya merasa benci terhadap wanita tua yang kecil itu. Sekarang, saya tidak merasakan apa-apa." Pertanyaan tersebut adalah pengakuan awal Cassimiro saat ditangkap.
Ia mengakui niat awalnya hanya untuk mencuri. Akan tetapi entah kenapa dorongan untuk membunuh sangatlah besar. Polisi tidak mempercayai secara penuh, dan terus melakukan penyelidikan.
Berpura-pura menjadi pencuci mobil, Cassimiro menghabiskan beberapa hari mengamati gerakan dan rutinitas harian calon korbannya. "Sampai dia masuk ke rumah, dia berperilaku seperti pencuri kecil," kata Kepala Polisi Juiz de Fora, Jose Marcio Carneiro. "Begitu masuk, dia berubah menjadi psikopat," tambahnya.
Para wanita itu pertama-tama diikat di tempat tidur mereka dan disumpal. Kemudian mereka diperkosa dan dicekik. Dia kemudian akan menutupi mayat mereka yang tak bernyawa dengan selimut karena, "Saya tidak suka melihat mereka." Setelah ritual sadisnya, dia fokus mengelilingi isi rumah untuk mencari uang dan barang elektronik.
Ketika dia ditangkap Cassimiro masih menjalani hukuman 11 tahun 10 bulan karena enam tuduhan pencurian secara paruh waktu. "Di penjara, dia adalah tahanan teladan," kata direktur lembaga pemasyarakatan Jairo Cristovan Ferreira.
Pada 19 Juni 1995, kurang dari lima jam setelah menerima otorisasi yudisial untuk menghabiskan liburan Corpus Christi di rumah, Cassimiro melakukan pembunuhan pertamanya. Korbannya adalah Zilda Araujo Barbuth (76).
Cassimiro membunuh Zilda saat sedang tidur. Ia mencekik, menyumbat mulut, dan mengikat tangan dan kakinya di tiang ranjang. Selanjutnya Cassimiro memerkosanya. Setelah pembunuhan itu dia kembali ke penjara dan dua bulan kemudian dia dibebaskan bersyarat.
Cassimiro berkencan dengan Odete Barbosa da Silva, korban keduanya, selama satu setengah tahun. Mereka mengakhiri hubungan mereka pada pertengahan tahun 1995. Enam bulan kemudian wanita berusia 62 tahun itu ditemukan dicekik di rumahnya. Dia tidak mengenal korban ketiganya, Aldenira Mello, 58.
Selanjutnya, Cassimiro bertemu korban keempat, Maria Malvina de Oliveira, 77, di sebuah pesta untuk warga lanjut usia. Dia menari sepanjang malam dengan pendamping mudanya sebelum mengizinkannya mengantarnya pulang. Tubuhnya ditemukan tiga hari kemudian dengan kepala yang terbentur.
Dia membunuh korban terakhirnya, Celia Nicolini de Farias, pada 13 Mei 1996. Diyakini, janda berusia 74 tahun itu diperkosa oleh Cassimiro hingga tewas.
Cassimiro ditangkap karena adik perempuannya yang suka bergosip, Joaquina, yang tidak menyadari kejahatannya. Dia mengatakan kepada seorang teman bahwa dia telah melihat kartu dengan nama Zilda Araujo Barbuthunder di bawah kasur kakaknya. Temannya memberitahu polisi dan dia ditangkap. Dalam tahanan, Cassimiro mengakui semua kejahatan dan mengklaim bahwa dia "dibius", selama mengamuk selama setahun.
Sumber: http://murderpedia.org/male.C/c/cassimiro-andre.htm
