kumparan
search-gray
News2 Juli 2020 18:53

Bulelani Mabhayi, Predator dan Pembunuh 25 Wanita

Konten kiriman user
Bulelani Mabhayi, Predator dan Pembunuh 25 Wanita  (996272)
Foto: dok tumblr
Bulelani Mabhayi merupakan pembunuh berantai, pemerkosa dan pedofil terkenal yang berasal dari sebuah desa di Eastern Cape, Afrika Seletan. Selama rentang tahun 2007 hingga 2012, East Cape menjadi tempat yang paling berbahaya bagi perempuan di kota tersebut. Bagaimana tidak, puluhan perempuan merenggang nyawa dengan cara yang sangat tragis. Selain itu, korban pembunuhan juga mendapatkan pelecehan seksual sebelum kematiannya.
ADVERTISEMENT
Dalam setiap aksinya, Mabhayi selalu mengincar rumah yang tidak memiliki laki-laki. Oleh karena itu, rumah yang diincar oleh Mabhayi adalah rumah yang ditinggali oleh janda maupun perempuan-perempuan lansia. Dalam setiap aksinya, Mabhayi selalu menggunakan pisau dan kapak untuk membunuh korban.
Setelah menerobos masuk, Mabhayi akan berusaha untuk memperkosa wanita dan gadis di rumah. Setelah memerkosa, Mabhayi akan membunuh semua orang hingga mati dengan kapak atau pisau. Korban pertama Mabhayi diketahui bernama Nofinish Eslina Mayekiso, seorang lansia berusia 79 tahun. Mabhayi masuk menyerang rumah korban, memerkosanya dan membunuhnya pada bulan Mei 2007. Korban pertama tersebut sekaligus menjadi korban tertua yang dibunuh oleh Mabhayi.
Dari tahun 20017 hingga 2010, Mabhayi membunuh dan memerkosa belasan perempuan. Dari aksinya tersebut, tindak keji Mabhayi juga dilakukan dengan cara membunuh korban dengan usia termuda, yaitu berumur 14 bulan.
ADVERTISEMENT
Bulelani Mabhayi, Predator dan Pembunuh 25 Wanita  (996273)
Foto: dok. murderpedia.org
Pada tahun 2010, polisi melakukan operasi gabungan dan menangkap ratusan pria di atas usia 16 tahun. Penangkapan tersebut dilakukan untuk mengecek sampel DNA dan sidik jari, Mabhayi hadir di antara mereka. Akan tetapi, Mabhayi berhasil menghindar karena kepolisian tidak memiliki data DNA dan sidik jari Mabhayi. Setelah berhasil menghindari penangkapan dari polisi, Mabhayi melanjutkan aksinya dengan membunuh lima orang lagi selama rentang waktu 13 bulan. Akhirnya, titik cerah penangkapan polisi didapatkan setelah pada pembunuhan tanggal 11 Agustus 2011, Mabhayi meninggkan sepatunya di TKP.
Akhir kisah keji Mabhayi akhirnya terhenti saat polisi berhasil menggrebek tempat persembunyiannya di sebuah rumah, Tholeni, Eastern Cape. Pada saat penangkapan tersebut korban telah mencapai 36 percobaan pembunuhan (25 terbunuh), enam pemerkosaan, dan 10 perampokan. Hakim Pengadilan Tinggi Mthatha Noluthando Conjwa memvonis Mabhayi dengan hukuman penjara seumur hidup atas 25 kejahatan yang ia lakukan di antara tahun 207 hingga 2012. Setiap hukuman dijalankan bersamaan dengan total kurungan yaitu 625 tahun. Penangkapan dan persidangan Mabhayi tersebut telah menjadi sejarah bagi Afrika Selatan di mana seorang pembunuh berdarah dingin dihukum dalam 15 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white