News
·
22 Januari 2021 12:57

Kasus Zardad, Kisah Wakil Panglima Perang Afganistan yang Membunuh 20 Turis

Konten ini diproduksi oleh Selidik
Kasus Zardad, Kisah Wakil Panglima Perang Afganistan yang Membunuh 20 Turis (140870)
Abdullah Shah, foto: dok. EOTD
Dalam sejarah kriminal Afganistan, Abdullah Shah merupakan perampok bengis yang telah membunuh 20 korbannya tanpa ampun. Abdullah juga dikenal sebagai Zardad Dog, yakni merupakan tangan kanan mantan panglima perang Afganistan bernama Faryadi Sarwar Zardad di tahun 2005.
ADVERTISEMENT
Dalam kisah hidupnya, Abdullah dan Zardad Khan pernah bertugas di faksi Hezb-i Islami di Hekmatyar, Afganistan. Walau di kemudian hari, Abdullah pun bergabung dengan faksi Abdur Rab Rasaul Sayaf. Untuk diketahui, masa Afganistan pada saat itu ialah masa disaat perang saudara. Sehingga bukan hal yang aneh jika Afganistan mengalami masa kritis dari segi ekonomi.
Melansir Killers Cloud, Abdullah aktif membunuh 13 tahun dan telah menelan 20 korban. Bahkan ulah bengisnya dibuktikan ketika ia tega membunuh istrinya sendiri. Sayangnya, hingga saat ini tak ada yang mencatat secara rinci atas motif apa Abdullah tega membunuh istrinya.
Kasus Zardad, Kisah Wakil Panglima Perang Afganistan yang Membunuh 20 Turis (140871)
Ilustrasi pembunuhan istri Abdullah Shah, foto: Pixabay
Selain merampok para pelancong dan membunuhnya. Berdasar pengakuan istri kedua Abdullah, ia sempat diancam untuk dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Dalam aksinya, Abdullah Shah kerap mengincar barang berharga pelancong di sekitar jalan Kabul-Jalalabad.
ADVERTISEMENT
Aparat yang mencium tindak pembunuhan ini, pun segara menggelar pencarian pelaku. Alhasil, aparat menduga bahwa selain merampok, Abdullah juga melakukan pemerkosaan terhadap korban.
Kasus Zardad, Kisah Wakil Panglima Perang Afganistan yang Membunuh 20 Turis (140872)
Ilustrasi hukuman mati Abdullah Shah, foto: Pixabay
Baru pada 1 Oktober 2002, Abdullah tertangkap. Ia pun divonis hukuman mati oleh peradilan setempat karena semua tindak pembunuhannya. Eksekusi ini pun dinilai sebagai vonis mati pertama di Afganistan sejak jatuhnya Taliban di akhir tahun 2001.
Sumber: https://killer.cloud/serial-killers/show/34/abdullah-shah