Nikmatnya Susu Kambing Etawa Desa Jenisgelaran

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur
Konten dari Pengguna
5 November 2022 14:24
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari selina ashilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Nikmatnya Susu Kambing Etawa Desa Jenisgelaran (136818)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Selain dikenal dengan desa kesenian dan memiliki wisata yang menarik, Desa Jenisgelaran memiliki produk UMKM yang juga tak kalah terkenal yakni Goat Tawa yang merupakan produk susu kambing etawa. Selain khasiatnya yang banyak bermanfaat bagi tubuh, rasanya pun juga enak dan bervarian.
ADVERTISEMENT
Usaha susu kambing etawa ini berdiri sejak tahun 2014 dan telah memiliki 5 mitra ternak yang tersebar di desa Jenisgelaran, Wonosalam, Pare, dan Kasembon. Tetapi usaha ini berdiri di desa Jenisgelaran yang dikelola oleh Pak Eko secara pribadi dan sudah memiliki dua kandang ternak.
Mahasiswi KKN-T 03 UPNVJT ikut memeras susu kambing
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswi KKN-T 03 UPNVJT ikut memeras susu kambing
Dari hasil kunjungan Kelompok 03 KKN-T UPN “Veteran” Jawa Timur ke tempat usaha UMKM dan kandang kambing susu etawa pada Selasa (04/10/2022), diketahui bahwa pemeliharaan kambing hingga proses pemerahan susu kambing etawa ini sangat terjaga dan steril.
Kambing etawa diberi makan berisi campuran ampas tahu, kangkung kering, dan tambahan kacang hijau. Untuk malam harinya diberikan makan hijau-hijauan, sehingga total makan diberikan dua kali sehari. Pada siang hari terdapat tambahan mineral seperti kalsium dan diberi minum air hangat dengan gula merah.
ADVERTISEMENT
Kambing etawa ini telah diseleksi sebelumnya, bahkan sebelum dilakukan proses pemerahan susu dilakukan pengecekan seperti cek kesehatan, mensterilkan area putting kambing dengan lap kanebo yang telah direndam dengan air hangat, dan barulah proses pemerahan dilakukan dengan hati-hati.
Proses tersebut memerlukan waktu satu jam dan biasanya menghasilkan susu kambing etawa sebanyak 10 liter/harinya pada 1 kandang saja. Walau menghasilkan sebanyak itu, kebutuhan konsumen tidak dapat terpenuhi semua, sehingga Pak Eko sebagai pemiliki usaha ini hanya memasarkannya secara langsung, dengan kata lain jika ingin membeli harus datang langsung ke tempat atau dapat memesannya terlebih dahulu melalui nomor telepon.
“Dulu saya sempat memasarkan online, tapi karena kewalahan akhirnya saya stop” ucap Pak Eko ketika diwawancarai oleh anggota Kelompok 03 KKN-T UPNV JATIM. Jika memang pesanan harus dikirimkan ke luar kota, maka botol susu tersebut akan dibalut dengan buble wrap dan dimasukkan kedalam sterofoam dengan diberi es batu, lalu dilakban.
ADVERTISEMENT
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020