Konten dari Pengguna

Penyakit Kucing Setelah Melahirkan yang Bisa Mengancam Jiwa

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit kucing setelah melahirkan. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit kucing setelah melahirkan. Sumber foto: Unsplash

Setelah proses bersalin, wajar bagi kucing jika mereka mengalami masalah kesehatan yang serius.

Penyakit kucing setelah melahirkan tersebut harus menjadi fokus utama setiap pemilik kucing betina. Sebab, kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik peliharaan, dan akhirnya mengancam jiwa. Simak pembahasannya di sini.

Penyakit Kucing Setelah Melahirkan yang Berbahaya

Ilustrasi penyakit kucing. Sumber foto: Unsplash

Sama seperti makhluk hidup lainnya, kucing juga membutuhkan perhatian ekstra setelah melahirkan. Sebab, pada fase ini, kucing bisa mengalami berbagai masalah kesehatan baik secara fisik dan mental.

Dikutip dari laman Pet Health, setelah melahirkan, biasanya kucing akan mengalami lapar dan lelah berlebihan. Karena itu, mudah bagi mereka untuk terserang penyakit yang mengancam jiwa.

Ada sejumlah penyakit kucing setelah melahirkan yang dapat mengancam jiwanya. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Mastitis

Mastitis merupakan salah satu penyakit setelah melahirkan yang menyerang kelenjar susu mereka. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri.

Gejala yang ditimbulkan adalah ia tidak mau menyusui anaknya karena merasa sakit, kelenjar susu terlihat bengkak dan keras, susu terasa kental dan lengket, hingga adanya penurunan nafsu makan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa sangat berbahaya dan mengancam kesehatan kucing induk.

2. Endometris

Endometris, atau baisa dikenal sebagai metritis adalah kondisi di mana lapisan rahim kucing mengalami peradagangan. Gejala yang ditunjukkan adalah demam, perut bengkak, gusi menjadi merah tua, keluarnya campuran nanah dan darah, serta detak jantung meningkat.

Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis.

3. Hipokalsemia

Hipokalsemia, atau kadar kalsium rendah, juga menjadi penyakit serius yang dapat terjadi pada kucing setelah melahirkan. Selama kehamilan, tubuh kucing membuthkan kalsium yang besar untuk mendukung kontraksi otot dan produksi susu.

Namun, setelah melahirkan, kucing bisa mengalami penurunan kadar kalsium secara tiba-tiba, yang akhirnya menyebabkan hipokalsemia. Berbagai gejalanya, antara lain tremor, gelisah, kejang, dan mudah maraah.

Demikian penjelasan mengenai daftar penyakit kucing setelah melahirkan yang bisa mengancam jiwa. (RN)