Tempat Memelihara Burung Walet yang Ideal untuk Hasil Maksimal

Seputar Hobi
Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
Konten dari Pengguna
18 Maret 2024 23:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi tempat memelihara burung walet. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tempat memelihara burung walet. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tempat memelihara burung walet memang berbeda dengan burung kebanyakan karena biasanya menggunakan rumah atau gedung yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai habitat aslinya.
ADVERTISEMENT
Kandang merupakan faktor penting dalam budidaya walet. Kalau ingin memiliki tempat memelihara burung walet yang ideal, maka simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan penjelasannya.

Tempat Memelihara Burung Walet

Ilustrasi tempat memelihara burung walet. Foto: Pixabay
Walet bisa membangun kandangnya sendiri secara alamiah di tempat potensial, seperti daerah sentra, daerah lintasan, dan daerah perburuan walet.
Walet bisa saja mendatangi rumah, toko, atau gedung, yang selanjutnya bisa dilakukan penataan suhu ruang, kelembaban, kegelapan, dan aroma.
Namun, keberuntungan semacam itu tidak selalu menghampiri. Terkadang pembudidaya walet perlu mengundang walet masuk ke kandang baru untuk bersarang dan berkembang biak.
Ko Abeng menulis dalam buku Memancing Walet dengan Sarang Kertas, bahwa tempat memelihara burung walet biasanya merupakan gedung besar dengan luas bervariasi, seperti 10 x 15 m atau 10 x 20 m.
ADVERTISEMENT
Makin tinggi bubungan (wuwungan) serta semakin besar jarak antar bubungan dan plafon akan semakin baik dan disukai oleh burung walet.
Kandang tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Atap terbuat dari genting. Dilengkapi dengan lubang keluar masuk burung berukuran 30 x 80 cm.
Dinding lubang dicat hitam dengan jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Penempatannya adalah 50 cm di bawah papan suri.
Tembok dibuat dari dinding berplester dengan campuran semen di bagian luar. Sedangkan, tembok bagian dalam sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur, dan semen merah dengan perbandingan 3:2:1.
Tembok campuran tersebut sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Bau semen bisa dikurangi dengan cara menyiram air yang dicampur dengan kotoran walet.
ADVERTISEMENT
Kerangka atap atau sekat tempat melekatnya sarang, idealnya terbuat dari kayu yang kuat, tua, kering, tahan lama, dan tidak mudah dimakan rayap, dengan kayu jati atau kayu albasia.
Kandang walet perlu dilengkapi dengan roving area, roving room, dan resting room. Roving area adalah lokasi yang bersebelahan dengan lubang sentral yang berfungsi sebagai tempat berputarnya walet sebelum masuk lubang.
Resting room adalah lokasi burung walet beristirahat, membuat sarang burung walet, dan berkembang biak. Resting room harus gelap, suhu stabil, dengan kelembaban tinggi.
Terakhir, roving room yang berada tepat berada di depan lubang sentral. Biasanya digunakan untuk berputar sebentar sebelum terbang masuk atau keluar resting room.
Demikian adalah pembahasan mengenai tempat memelihara burung walet yang unik dan berbeda dengan burung lainnya. (SP)
ADVERTISEMENT