Konten dari Pengguna
Keseimbangan Kekuasaan Presiden dalam Sistem Presidensial di Indonesia
12 Januari 2026 0:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Keseimbangan Kekuasaan Presiden dalam Sistem Presidensial di Indonesia
Ketahui Keseimbangan Kekuasaan Presiden dalam Sistem Presidensial di Indonesia dalam artikel berikut iniSeputar Hukum
Tulisan dari Seputar Hukum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sistem presidensial di Indonesia menempatkan presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Namun, kekuasaan presiden tidak berdiri sendiri. Ada mekanisme keseimbangan yang memastikan tidak ada pihak yang terlalu dominan dalam menjalankan roda pemerintahan. Keseimbangan kekuasaan presiden dalam sistem presidensial menjadi kunci utama agar proses politik berjalan sehat dan stabil.
ADVERTISEMENT
Pengertian Sistem Presidensial dan Keseimbangan Kekuasaan
Keseimbangan kekuasaan Presiden dalam sistem presidensial di Indonesia diatur dengan prinsip checks and balances agar jalannya pemerintahan tetap terkontrol. Menurut M. Arsyad Mawardi dalam artikelnya, Pengawasan dan Keseimbangan antara DPR dan Presiden dalam Sistem Ketatanegaraan RI, sesuai dengan prinsip presidensial, Presiden tidak dapat membubarkan parlemen, begitu pula sebaliknya, parlemen tidak dapat menjatuhkan Presiden.
Hal ini karena sistem presidensial menempatkan Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif yang terpisah dari legislatif. Tujuan utamanya adalah menciptakan pembagian kewenangan yang jelas dan terhindar dari penumpukan kekuasaan.
Definisi Sistem Presidensial
Sistem presidensial merupakan pola pemerintahan yang menempatkan presiden sebagai pemimpin utama eksekutif. Presiden dipilih langsung oleh rakyat dan tidak dapat diberhentikan oleh parlemen kecuali melalui mekanisme tertentu.
ADVERTISEMENT
Konsep Checks and Balances
Konsep checks and balances di Indonesia memastikan bahwa Presiden dan DPR berada pada kedudukan yang sejajar. Presiden tidak dapat membubarkan DPR, dan sebaliknya, DPR tidak dapat menjatuhkan Presiden hanya karena alasan politik. Hubungan keduanya bersifat kemitraan, terutama dalam pembentukan undang-undang dan penyusunan anggaran negara (APBN).
Pasal-pasal terkait dalam UUD 1945
Beberapa pasal dalam UUD 1945 mengatur keseimbangan kekuasaan presiden, misalnya Pasal 7 yang membatasi masa jabatan presiden, serta pasal-pasal lain yang mengatur hubungan antar lembaga negara.
Mekanisme Pengawasan DPR terhadap Presiden
Dalam sistem presidensial, DPR memiliki fungsi penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Pengawasan ini bertujuan agar kebijakan presiden tetap berjalan sesuai konstitusi dan aspirasi rakyat.
Fungsi Pengawasan DPR
DPR melakukan pengawasan melalui hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Ketiga hak ini menjadi alat kontrol efektif terhadap kebijakan presiden.
ADVERTISEMENT
Contoh Praktik Pengawasan dalam Sistem Presidensial
Pengawasan dapat berupa evaluasi kebijakan, peninjauan anggaran, hingga meminta penjelasan langsung dari presiden atau pejabat terkait. Dengan demikian, DPR berperan sebagai penyeimbang kekuasaan eksekutif.
Impeachment dan Pengajuan Hak Angket
Jika ditemukan pelanggaran berat, DPR dapat mengajukan impeachment melalui mekanisme yang sudah diatur konstitusi. Hak angket juga menjadi sarana untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah.
Batasan Kekuasaan Presiden Menurut Konstitusi
Pembatasan kekuasaan presiden menjadi bagian penting dalam sistem ini. UUD 1945 telah menyediakan kerangka hukum yang jelas terkait hal tersebut.
Pasal 7, Pasal 20A, Pasal 37 UUD 1945
Pasal-pasal ini mengatur masa jabatan, pembagian tugas eksekutif dan legislatif, serta mekanisme perubahan konstitusi. Tujuannya memastikan tidak ada monopoli kekuasaan.
Peran Mahkamah Konstitusi dan Lembaga Lainnya
Mahkamah Konstitusi (MK) bertindak sebagai wasit hukum dalam keseimbangan kekuasaan ini. Melalui kewenangan menguji undang-undang terhadap UUD, MK memastikan bahwa produk legislatif yang disepakati Presiden dan DPR tidak melanggar hak-hak konstitusional warga negara. Dalam proses impeachment, MK juga berfungsi sebagai lembaga yang menilai kebenaran hukum atas tuduhan DPR terhadap Presiden.
ADVERTISEMENT
Kesimpulan
Keseimbangan kekuasaan presiden dalam sistem presidensial di Indonesia menjadi fondasi penting untuk menjaga demokrasi tetap berjalan sehat. Dengan pengawasan yang ketat dan pembatasan konstitusional yang jelas, sistem ini mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang di tingkat eksekutif.
Selain menjaga stabilitas pemerintahan, keseimbangan kekuasaan juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem politik. Oleh karena itu, kerjasama antar lembaga harus terus diperkuat agar tata kelola negara berjalan optimal.
(Review by Agi SH MHKes)
