Konten dari Pengguna

Sejarah Sumpah Pemuda dan Makna Besar yang Terkandung di Dalamnya

Seputar Jakarta

Seputar Jakarta

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah sumpah pemuda. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah sumpah pemuda. Sumber: www.unsplash.com

Sumpah Pemuda merupakan suatu pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan oleh para pemuda-pemudi Indonesia. Pergerakan ini menjadi tonggak sejarah Sumpah Pemuda yang berpengaruh dalam pengamalan nilai-nilai dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Mengutip laman museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, pada tahun 1928, gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres bertujuan memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Ilustrasi sejarah sumpah pemuda. Sumber: www.unsplash.com

Sejarah Sumpah Pemuda diawali dengan diadakannya Kerapatan Besar Pemuda atau Kongres Pemuda I yang dilaksanakan pada 30 April sampai 2 Mei 1926 di Batavia. Tujuan diselenggarakannya Kongres Pemuda I adalah untuk menyamakan persepsi antar berbagai organisasi kepemudaan di Indonesia.

Sayangnya, Kongres Pemuda I tidak membuahkan hasil terkait penggunaan istilah bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Meski demikian, Kongres Pemuda I sudah menunjukkan adanya pemahaman satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Belum adanya hasil kongres yang sesuai harapan bersama, tidak membuat semangat para pemuda menjadi surut. Selanjutnya, beberapa pertemuan diadakan untuk membahas lebih lanjut terkait tindak lanjut dari Kongres Pemuda I.

Setelah dua tahun, para pemuda mengadakan beberapa rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa organisasi pemuda. Dari rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa Kongres Pemuda II akan dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda. Berikut penjelasannya.

1. Rapat Pertama, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB)

Dalam rapat tersebut, Mohammad Yamin menguraikan tentang arti penting persatuan untuk kebangsaan. Menurutnya terdapat beberapa faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu persamaan kultur, bahasa, dan hukum adat.

2. Rapat Kedua, 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop

Rapat ini membahas masalah pendidikan. Anak-anak harus dididik untuk memiliki karakter yang baik dan cinta tanah air. Anak-anak juga harus diberikan pelajaran merdeka tanpa melalui perintah ataupun pemaksaan. Harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

3. Rapat Ketiga, 28 Oktober 1928 di gedung Indonesische Clubgebouw Kramat

Pada rapat ketiga dijelaskan pentingnya gerakan kepanduan bagi persatuan bangsa. Kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional.

Rapat ketiga ini berhasil merumuskan hasil kongres yang sudah disepakati. Sebelum rumusan hasil kongres dibacakan, terlebih dahulu diperdengarkan lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman, yakni Indonesia Raya yang kelak akan menjadi lagu kebangsaan Indonesia setelah merdeka.

Seremoni diakhiri dengan dibacakannya hasil kongres yang diikuti oleh seluruh peserta. Lahirlah sebuah putusan besar yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Baca juga: Contoh Teks Pidato Hari Sumpah Pemuda Singkat dan Penuh Inspirasi

Makna Sumpah Pemuda

Ilustrasi sejarah sumpah pemuda. Sumber: www.unsplash.com

Perjuangan dalam menjunjung persatuan bangsa, memilki makna besar yang sarat dengan semangat nasionalisme. Apa makna yang dapat dipetik dari Sumpah Pemuda?

1. Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia

Kelahiran Sumpah Pemuda adalah titik awal perjuangan kaum muda. pasa masa itu, pemuda dan pemudi rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia.

Tanpa Sumpah Pemuda, Indonesia tak mencapai kesatuan dan tak berhasil melawan penjajah. Sebagai generasi penerus perjuangan, semangat persatuan ini harus diamalkan dan dilanjutkan sesuai dengan perkembangan zaman.

2. Menumbuhkan Kebanggaan akan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 36. Kebanggaan akan bahasa Indonesia perlu ditumbuhkan.

Saat ini bahasa Indonesia mulai tergeser karena modifikasi bahasa. Padahal, tanpa pemahaman berbahasa yang baik, mengungkapkan isi dan ide akan sulit serta berpengaruh pada intelegensi dan rasa nasionalisme.

3. Menjaga Keutuhan Bangsa

Keutuhan bangsa merupakan pondasi yang harus dijaga. Makna Sumpah Pemuda penting dikenalkan, ditanamkan dan dipraktikkan melalui pelajaran sejarah di sekolah dan kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi saat ini cukup berpengaruh pada cara berpikir generasi muda. Memberi edukasi melalui teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak agar generasi muda dapat lebih peduli dan paham tentang sejarah dan kondisi negaranya.

Sejarah Sumpah Pemuda menorehkan makna besar tentang arti sebuah persatuan bangsa, mengajarkan bahwa dengan bersatu akan memberi pengaruh besar terhadap keberhasilan suatu bangsa dan kegigihan dalam berjuang pasti akan membuahkan hasil.

Kini, makna Sumpah Pemuda dapat dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia berkat semangat yang tak putus dari para pejuang Tanah Air.(VAN)