kumplus - mitos kiai ceples - Pangeran Diponogoro

Mari Membongkar Mitos

Seno Gumira Ajidarma lahir tahun 1958. Bekerja sebagai wartawan sejak tahun 1977. Menulis fiksi maupun nonfiksi, dalam media massa maupun jurnal ilmiah, mendapat sejumlah penghargaan sastra, dan mengajar di berbagai perguruan tinggi.
23 Januari 2022 11:29
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Benarkah, mentang-mentang disebut “cerita rakyat”, lantas dengan sendirinya akan baik untuk anak? Saya kira orang tua perlu tahu sesuatu yang ingin saya sampaikan: bahkan dalam cerita rakyat terdapat permainan politik. Memang, politik tak perlu selalu berkonotasi buruk, tetapi baiklah diikuti ringkasan kisah yang terdapat dalam Cerita Rakyat dari Kedu (2003) ini, “Kutukan Kiai Ceples”.
Kiai Ceples adalah pengikut Pangeran Diponegoro, yang dalam kebenciannya terhadap Belanda, ternyata jauh lebih membenci penduduk lokal yang bekerja sama dengan Belanda. Dalam Perang Jawa 1825-1830, Kiai Ceples bersama pengikutnya bergerilya dan berpindah-pindah, sebelum bermukim di Dukuh Buret yang dikelilingi jurang-jurang, sehingga sangat baik untuk persembunyian dan pertahanan.
Tidak terlalu jelas peristiwa apa yang dialami Kiai Ceples, tetapi dalam buku ini tercatat kutukan Kiai Ceples terhadap Belanda dan pengikutnya: bahwa mereka akan celaka dan turun derajat serta pangkat jika memasuki wilayah Buret. Konon kutukan ini bertuah. Disebutkan, kepemimpinan Kiai Ceples disegani, ia mengajarkan cinta kampung halaman dan hasil bumi untuk penduduk Buret sahaja.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Dalam teori warung kopi saya, setidaknya ada tiga penyebab kurangnya pengetahuan: (1) malnutrisi atau kurang gizi; (2) kurang membaca; (3) terjebak kuasa wacana. Kolom Seno Gumira Ajidarma di kumparanplus. Rutin tiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten