Kumplus - Musang Berjanggut Berlian

Musang Berjanggut Berlian

Seno Gumira Ajidarma lahir tahun 1958. Bekerja sebagai wartawan sejak tahun 1977. Menulis fiksi maupun nonfiksi, dalam media massa maupun jurnal ilmiah, mendapat sejumlah penghargaan sastra, dan mengajar di berbagai perguruan tinggi.
13 Februari 2022 9:14
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sir Richard O. Winstedt hanyalah mencatat dan melakukan dokumentasi, karena warga Inggris ini adalah peneliti sejarah Melayu—sehingga meski tak jelas siapa penggubahnya, dimuatkannya The Bearded Civet Cat ke dalam Journal of the Straits Branch of Royal Asiatic Society, edisi No. 52, pada 1909. Itulah cerita klasik Melayu “Hikayat Musang Berjanggut”, yang alih-alih klasik tak seorang Melayu pun mengenalnya pula.
Taguan Harjo (1935-2002) menyampaikan, adalah H. Moh. Said, pimpinan Harian Waspada yang mendapatkan edisi tersebut, yang sudah lapuk, “yang dengan susah payah diperoleh beliau dari perjalanannya di Asia Tenggara”. Dikisahkan, Said menyerahkannya kepada Taguan, saat itu kartunis Harian Waspada, pada suatu sore tahun 1957, dengan gagasan dibuat sebagai baris-komik (comic-strip) bersambung.
Apa yang digubah Taguan, yakni Mentjari Musang Berdjanggut pada tahun itu juga, menurut Pengantar Penerbit bagi gubahan ulangnya tahun 1991, “… pada hakikatnya adalah sebuah satire, mendapat sambutan hangat boleh jadi karena dianggap kontekstual.” Taguan, yang memberikan prakata di tempat yang sama, menambah data-data di atas tadi bahwa “… sambutan umum spontan dan menggembirakan”, sehingga ketika dibukukan pun dicetak ulang berkali-kali.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Dalam teori warung kopi saya, setidaknya ada tiga penyebab kurangnya pengetahuan: (1) malnutrisi atau kurang gizi; (2) kurang membaca; (3) terjebak kuasa wacana. Kolom Seno Gumira Ajidarma di kumparanplus. Rutin tiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten